Joged Porno Nodai Galang Dana untuk Pengungsi Gunung Agung, Lihat Videonya Bikin Geleng-geleng

JOGED PORNO: Screenshot video joged porno yang viral di media sosial beberapa hari terakhir. (ISTIMEWA)

JOGED PORNO: Screenshot video joged porno yang viral di media sosial beberapa hari terakhir. (ISTIMEWA)

POJOKBANDUNG.com – Acara Trail Adventure yang digelar Minggu (19/11) lalu untuk penggalian dana bagi Pengungsi Gunung Agung rupanya berbuntut panjang.

Acara mulia yang digelar di Desa Les, Kecamatan Tejakula, justru dirusak dengan agenda pementasan joged bumbung yang tak senonoh berbau porno.

Pementasan joged bumbung porno di sela acara Trail Adventure terbongkar setelah seorang warganet mengunggah tayangan tersebut pada akun Facebook.

Sontak saja, sejak diunggah pada Minggu (19/11/2017) lalu, video tersebut mendapat komentar hingga ribuan kali dan dibagikan sampai belasan ribu kali.

Baca Juga:

Pengunggah Video Persekusi di Tangerang Diancam Penjara 6 Tahun

Ngeri! Video Banjir Bandang Terjang Malangbong Garut

Dalam tayangan tersebut, terlihat jelas seorang penari joged menari bersama para pengibing peserta tracker. Sayangnya, gerakan tak senonoh justru ditunjukkan penonton yang ikut menari. Mereka dengan leluasa menari dengan gaya-gaya erotis.

Penari tampak tak berdaya saat diiringi dengan tarian penonton yang terkesan melecehkan.

Sialnya, saat acara itu banyak penonton dari kalangan anak-anak menyaksikan adegan tak pantas itu.

Tak sedikit dari penonton yang terlihat mengabadikan momen itu degan menggunakan HP. Mereka seolah larut dalam alunan gamelan tarian pergaulan yang ditarikan dengan tak beretika.

Informasi yang digali dari koran Bali Express (Jawa Pos Group) dari Ketua Panitia acara Gede Adi Wistara (30), menyebutkan jika acara ini melibatkan hingga 700 tracker dari seluruh Bali.

Baca Juga:

Heboh, Penampilan Seksi Umi Pipik di Videoklip Stinky

Wow.. Indonesia Juara Utama Kompetisi “The 5-Min Video Challenge”

Mereka menjajal route di seputaran Desa Les yang memang perbukitan. Dipilihnya Desa Les sebagai lokasi acara Trail Adventuer tersebut lantaran di desa itu pula para pengungsi asal Karangasem ditampung.

“Ini acara amal, untuk penggalian dana bagi pengungsi. Acaranya juga dibuka sama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub),” aku Adi Wistara, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Jumat (24/11/2017).

Saat itu, kata dia, awalnya para penari joged bumbung menari sesuai pakem. Tapi, makin sore berubah berbau porno.

“Kami dari panitia langsung melarang,” katanya. Tapi, kata dia, ternyata saat tarian mengarah ke porno itu ada yang merekam dan mengunggah di medsos.

(bx/dik/yes/JPR)

loading...

Feeds