Hotel di Bandung yang Tidak Melestarikan Budaya Sunda, Siap-Siap Izin Usahanya Dicabut

Ridwan Kamil,

Ridwan Kamil,

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hotel bintang 3, 4, 5 di Kota Bandung bersiaplah menghadapi sanksi berat jika tidak melestarikan budaya Sunda. Sanksi tersebut bisa pencabutan izin usaha.

“Hal ini sudah tertera dalam Perda 15 tahun 2012, tentang pelestarian Budaya Sunda,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada wartawan, Jumat (24/11/2017).

Untuk diketahui, dalam Perda 15 tahun 2012 tentang Pelestarian Budaya Sunda Bagian Kedua Kewajiban Pasal 25 disebutkan bahwa:

“Tempat-tempat hiburan, usaha jasa makanan dan minuman serta hotel bintang yang ada di Daerah wajib mementaskan kesenian tradisional daerah dengan frekuensi yang memadai dan memberikan kontribusi yang layak kepada pelaku seni tradisional.”

Baca Juga:

KPK Hadir di Acara Himpaudi, Netty: Lawan Budaya Korupsi Sejak Balita

Cililin Jadi Tuan Rumah Kemah Budaya

Kemudian pada Pasal 27 disebutkan (1) Setiap penyelenggara pagelaran, tempat-tempat hiburan, usaha jasa makanan dan minuman serta hotel bintang yang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dan Pasal 25 dikenakan sanksi administrasi berupa: teguran tertulis; denda; dan pencabutan dan/atau pembatalan izin usaha oleh instansi yang berwenang apabila pelanggaran dilakukan oleh badan usaha.

Ridwan Kamil melanjutkan, di Kota Bandung ada sekitar 475 hotel yang beroperasi. Namun, baru 50 hotel yang berkomitmen untuk menggelar budaya Sunda di lingkungannya.

“Penerapannya kita lakukan secara bertahap. Tidak bisa sekaligus, bergantung kesiapan masing-masing hotel,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Ridwan Kamil, keikutsertaan melestarikan budaya Sunda, tidak harus dengan pagelaran budaya. Melainkan bisa juga dengan cara menyediakan tempat untuk berfoto.

“Yang penting ada usaha untuk melestarikan budaya Sunda. Dengan menyediakan tempat berfoto atau menyediakan penyewaan kostum Sunda, jadi ada ciri khasnya mereka berfoto di Bandung,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama, mengatakan, baru sekitar 10 persen dari 475 hotel yang sudah melestarikan budaya Sunda.

Yang menjadi perhatian Aan adalah nasib para seniman yang jasanya digunakan oleh pengelola hotel.

“Jangan sampai mereka yang sudah mementaskan pagelaran, dibayar dengan tidak layak,” katanya.

Dengan adanya keterlibatan seniman, diharapkan taraf kehidupan mereka semakin meningkat.

Baca Juga:

Deddy Mizwar Khawatir UNESCO Cabut Status Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia

Acil Bimbo Gagas Gerakan Jaga Lembur untuk Bentengi Budaya Lokal

Dihubungi terpisah, Kadisbudpar Kota Bandung Dewi Kania Sari mengatakan, ada sekitar 630 lingkung seni di Kota Bandung yang sudah mendapat sertifikasi oleh Disbudpar.

“Jika mereka bisa tampil mementaskan kemampuan mereka di hotel-hotel tentu akan keterampilan mereka akan terapresiasi,” katanya.

Dewi Kania Sari mengakui, para seniman kini memang kekurangan lahan untuk mengapresiasikan diri. Karenanya, jika ada kesempatan untuk tampil di hotel akan bagus untuk mereka.

“Kami sebenarnya, sudah memberikan kesempatan di CFD dan CFN, tapi kalau ada kesempatan lebih akan lebih baik,” tegasnya.

(mur)

loading...

Feeds