Waduh! Gerindra Terancam “Ketinggalan Kereta” Pilgub Jabar

POJOKBANDUNG.com – Partai Gerindra masih belum menentukan sikap dalam kontestasi Pilgub Jabar. Dua partai yang semula diajak berkoalisi, yakni PAN dan Demokrat, sudah menyatakan diri mendukung Deddy Mizwar dan kader PKS Ahmad Syaikhu.

Sikap yang ditunjukan Gerindra itu tidak terlepas dari keinginan mengirimkan kadernya sebagai wakil gubernur.

Namun, jika tetap bersikeras dan tidak mau berkompromi dengan peta politik yang berkembang, partai pimpinan Prabowo Subianto ini akan ditinggalkan dan tidak mendapat tempat apapun dalam Pilgub tahun depan.

Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan mengatakan, langkah realistis yang bisa dilakukan Gerindra adalah bergabung dengan partai pendukung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Baca Juga:

PPP Minta Uu Lebih Giat Lagi Tingkatkan Popularitas, Jika Mau Jadi Pasangan Ridwan Kamil

Foto Setya Novanto-Ridwan Kamil Marak Mejeng di Bandung, Penggembosan?

“Kalau mengacu peta politik hari ini, akan lebih baik Gerindra bergabung (dengan koalisi Zaman Now. Tinggal cari kompromi lain,” ujarnya.

Firman menyebut, kompromi tidak selalu mendapatkan posisi wakil. Opsi lain ia contohkan misalnya meminta support kadernya yang bergabung dalam pilkada di kabupaten/kota.

“Kalau Gerindra punya kandidat, bisa minta didukung. Atau menitipkan program yang jadi platform agar bisa diperjuangkan,” ucap Firman.

Persoalan lain adalah, sekarang Gerindra tidak bergabung dengan siapa pun dan tidak punya peluang untuk membangun koalisi. Pilihannya, jika tidak bergabung dengan koalisi yang ada, Gerindra bisa memilih untuk tidak masuk ke koalisi mana pun.

Baca Juga:

Pencalonan Diusik Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil Justru Punya Jawaban Makjleb!

Pedas! Bappilu Golkar Jabar Sindir Ridwan Kamil

Tapi, hitung-hitungan elektoral sangat rugi jika memilih untuk tak bergabung dengan siapa pun. Koalisi Zaman Now bisa berjalan tanpa Gerindra, sementara untuk koalisi lain, secara ideologi dan komunikasi berbenturan.

“Yang paling rasional, jika melihat kedekatan ya masuk ke koalisi Zaman Now. Tinggal bentuk komprominya dicari lagi. Kalau ke (partai pendukung) Emil (Ridwan Kamil), komunikasinya tidak terbangun. Kalau merapat ke PDIP, idealoginya beda. Karena Gerindra adalah partai oposisi,” paparnya.

Namun demikian, Firman menyebut, sampai saat terakhir pengusungan di bulan Januari, semua kemungkinan bisa terjadi.

(bbb)

loading...

Feeds