Jabar Selatan Masih Gelap, Ini Alasan PLN

ILustrasi listrik. Foto: JPNN

ILustrasi listrik. Foto: JPNN

POJOKBANDUNG.com – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat mengklaim, rasio elektrifikasi di wilayahnya telah menembus 98,5 %. Daerah yang belum teraliri listrik hanya berada di wilayah Jabar Selatan.

Hal tersebut disampaikan General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat, Iwan Purwana, saat mengunjungi kantor PLN Cimahi, di Jalan Padasuka, Rabu (23/11/2017).

Dia mengungkapkan, belum meratanya jaringan listrik di Jawa Barat lantaran terdapat beberapa kendala akses infrastruktur.

Akses jalanya sulit dimasuki kendaraan untuk membawa bahan terutama saat membawa material. Dengan demikian, lebih mudah menyambung 1.000 sambungan di Cimahi dibandingkan dengan 10 rumah di pelosok

“1,5 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik itu sebagian besar berada di wilayah Jabar selatan,” ungkapnya.

Baca Juga:

Gubernur Aher Inginkan OJK Buka Cabang di Jabar Selatan

DPRD Bukit Tinggi Sumatera Selatan Studi Banding ke DPRD Provinsi Jabar

Selain kesulitan masuk ke wilayah terpencil, lanjut dia, kendala dalam memenuhi kebutuhan listrik pemicunya adalah benturan ekonomi dari warga itu sendiri.

“Kebanyakan warga yang belum memasang listrik alasanya karena himpitan ekonomi,” katanya.

Meski begitu, dia menyatakan, PLN berupaya terus memberikan pelayanan terbaik agar seluruh daerah di Jabar teraliri listrik.

Khusus bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi, PLN pun memberikan kemudahan dengan mekanisme pembayaran menyicil.

“Bagi warga tidak mampu, apabila masuk Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan (TNP2K), bisa menggunakan jaringan bersubsidi. Dengan begitu, seharusnya tidak ada lagi alasan masyarakat untuk tidak teraliri listrik,” terangnya.

Berdasarkan data dari PLN Jabar, jumlah pelanggan PLN di wilayahnya sudah mencapai 13 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, 12 juta di antaranya merupakan pelanggan rumah tangga.

Baca Juga:

Fraksi PKB Soroti Ketimpangan Sosial Ekonomi di Jabar Selatan

Pemprov Jabar – Universitas Indonesia Kerja Sama Riset Pembangunan Jabar Selatan

Menurut dia, dari 13 juta pelanggan itu, sekitar 500 ribu pelanggan masih mendapatkan subsidi kemudian, pelanggan di atas 200 kVA ada sekitar 5.000 pelanggan, sedangkan pelanggan bertegangan tinggi hanya 28.

Untuk cadangan listrik di Jabar, ada sekitar 30 % dari listrik yang dihasilkan pembangkitan.

“Kami menjamin di Jabar tidak akan ada gangguan pemadaman yang disebabkan oleh kebutuhan listrik. Kalau pun ada listrik yang padam, umumnya karena kondisi atau situasi tertentu, misalnya pohon tumbang,” tuturnya.

(gat)

loading...

Feeds