Festival Media 2017 Angkat Tema “Jurnalisme Damai, Jurnalisme Keberagaman”

Fesmed 2017 (aji.or.id)

Fesmed 2017 (aji.or.id)

POJOKBANDUNG.com – Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan pidato kuncinya pada acara pembukaan Festifal Media yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kamis (23/11/2017).

Festival Media 2017 merupakan kegiatan yang mempertemukan kalangan media dan jurnalis dengan publik yang bertujuan memantau perkembangan media, kebebasan berekspresi, dan demokrasi di Indonesia.

Festival Media 2017 kali ini mengangkat tema “Jurnalisme Damai, Jurnalisme Keberagaman”. Rangkaian seminar, workshop, lomba, dan pemutaran film akan digelar selama pelaksanaan festival.

Berbagai stand pameran dan foto juga akan menyajikan informasi yang menarik untuk diikuti.

Festival Media digelar dengan pra-event sejak 21-23 November 2017. Selanjutnya, AJI juga menyelenggarakan Kongres Nasional AJI ke-10. Kongres dibuka dengan konferensi bertema Jurnalisme di Era Revolusi Industri Keempat di Hotel Sunan, Jalan Ahmad Yani 40 Surakarta, Jumat (24/11/2017).

Baca Juga:

Serunya Festival Digital MAXcited bagi Pelanggan Telkomsel

Go Ahead Festival, Surga Pecinta Ragam Seni

Rudiantara sangat mengapresiasi adanya kegiatan Festival Media yang tentu menjadi ajang yang menarik dengan perkembangan teknologi Internet dan media sosial media yang begitu cepat.

“Selamat kepada AJI yang menyelenggarakan acara dengan baik, terutama dengan semangatnya yang egaliter,” kata Rudiantara mengawali pidatonya, seperti dikutip dari siaran persnya.

AJI yang merupakan perkumpulan dari pegiat, pelaku dan berbagai pemangku kepentingan media dan jurnalis sebagai garda depan menjaga indepensi dari kalangan jurnalis.

“Saya sangat menghormati independensi jurnalis. AJI sebagai lembaga bersama yang menjaga indepensi secara bersama-sama,” tegas Rudiantara.

Saat ini kemajuan teknologi internet, media sosial, dinamika masyarakat serta kemajuan demokrasi sangat menuntut baik kesadaran maupun kewaspadaan.

Media semakin ke sini semakin berubah platformnya, demikian juga audience-nya ikut berubah dan mengalami pergeseran. Kemajuan teknologi yang masif tentu menjadi hal positif dan pendorong kemajuan masyarakat dan juga dapat diseminasi informasi dan berita.

Namun tidak dapat dipungkiri memiliki potensi dampak negatif utamanya penyebaran konten-konten negatif yang sangat memerlukan kewaspadaan dari kita semua.

“Kita punya kepentingan yang sama yaitu untu memerangi penyebaran konten negatif seperti hoax dan lain-lain,” tandas Rudiantara.

Baca Juga:

Teater Senapati Terpilih Sebagai yang Terbaik di Festival Drama Musikal Remaja

KKSS Jawa Barat dan Pemkab Bulukumba Menggelar Festival Pinisi 8 2017

Di sinilah letaknya peran bersama untuk sama-sama memberikan kesadaran masyarakat dari konten negatif dan juga menjaga tidak tumbuhnya konten negatif dengan mendorong konten-konten yang positif, yang sangat dibutuhkan upaya dan energi yang tidak sedikit.

Indonesia sangat membutuhkan kekuatan nasional dengan menumbuhkan kemampuan dan daya saing nasional untuk memajukan Indonesia ke depan.

“Indonesia juga bersaing dengan negara lain kalau tidak maka sebagai negara, kita akan stagnan, tidak mengalami kemajuan. Konten negatif apabila tidak berhasil dihalau dan konten positif kurang terproduksi dan diserap oleh masyarakat kita, maka dipastikan itu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan daya saing nasional,” paparnya.

Ia berharap jurnalis Indonesia turut mendukung penyebaran konten positif untuk merespons tantangan tersebut.

“Kita harus bergerak cepat dan masif bersama lebih dari 50 lembaga dan komunitas, bekerja bersama dalam Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Mari kita dukung upaya bersama ini, dan selamat kepada AJI,” pungkas Rudiantara.

(men/pojokbandung)

 

loading...

Feeds