Pencalonan Diusik Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil Justru Punya Jawaban Makjleb!

Ridwan Kamil, Dede Yusuf dan Dedi Mulyadi duduk satu meja dalam acara Pramuka Award.  (rmol)

Ridwan Kamil, Dede Yusuf dan Dedi Mulyadi duduk satu meja dalam acara Pramuka Award. (rmol)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ketua DPD Jabar Partai Golkar Dedi Mulyadi meminta DPP melakukan evaluasi dukungan terhadap Ridwan Kamil untuk pencalonannya di Pilgub Jabar 2018.

Evaluasi tersebut, disampaikan Dedi perlu dilakukan pasca ditetapkannya Ketua umum DPP partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus E-KTP oleh KPK.

BACA JUGA:

Pedas! Bappilu Golkar Jabar Sindir Ridwan Kamil

Foto Setya Novanto-Ridwan Kamil Marak Mejeng di Bandung, Penggembosan?

Menanggapi hal ini, Ridwan Kamil mengutarakan, dukungan yang ia terima adalah dari institusi partai Golkar, bukan pribadi. Karenanya ia serahkan kembali jika ada dinamika baru. Evaluasi itu ia serahkan kepada mekanisme institusi.‎

“Saya ucapkan terima kasih kepada Golkar sebagai institusi yang mendukung saya,” ujar orang nomor satu di Bandung itu, Selasa (21/11).

Ridwan Kamil mengaku, dirinya tengah fokus pada kekompakkan koalisi partai pengusungnya. Khususnya terkait isu bagaimana memilih wakil yang mendampinginya.

Setya Novanto Kecelakaan, Ridwan Kamil No Comment

Soal wakil, itu ia serahkan kepada masyarakat, dari siapa-siapa yang sudah ada namanya maupun yang belum dianggap bisa memperkuat eksistensinya sebagai calon gubernur. “Silakan saja evaluasi karena dari awal juga dinamika-dinamika itu ada,” ujarnya.

Ridwan Kamil menegaskan, sepengetahuannya dari Sekjen Golkar Idrus Marham menyampaikan SK dukungan Golkar bukan keputusan individu, melainkan institusi. ‎”Sejak awal saya sudah memikirkan dan melakukan kajian menerima dukungan dari Golkar. Namun kajian penetapan tersangka saat ini belum dilakukannya,” ucapnya. ‎‎

Ridwan Kamil mengaku sudah mengingatkan, Pilkada adalah soal figur bukan terhadap institusi partai. Itu dikatakannya, salah satunya berdasarkan pengalaman di Pilwalkot yang membawanya menjadi orang nomor satu di Kota Bandung.

“Kalau urusan Pilkada maka isu figurnya bermasalah tidak? figurnya terkena isu integritas tidak? nah kalau isu kepartaian masyarakat memberikan penilaiannya kepada eksistensi kepartaian,” ucapnya.

(mur/ca/pojokbandung)‎ ‎

loading...

Feeds