Pedas! Bappilu Golkar Jabar Sindir Ridwan Kamil

Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien dalam penyerahan rekomendasi dukungan partai Golkar untuk menjadi pasangan Cagub di Pilgub Jabar 2018. (Ricardo/Jpnn.com)

Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien dalam penyerahan rekomendasi dukungan partai Golkar untuk menjadi pasangan Cagub di Pilgub Jabar 2018. (Ricardo/Jpnn.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ketua Harian Badan Pengendali Pemenangan Pemilu Golkar Jawa Barat MQ Iswara menekankan pentingnya seluruh pihak melihat sisi historis dan mekanisme dalam pengambilan keputusan yang diambil Partai Golkar terkait dukungan terhadap Walikota Bandung Ridwan Kamil di ajang Pilgub Jabar 2018.

Menurutnya, hanya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sudah melalui tahapan mekanisme pencalonan di tubuh partai Golkar. Mekanisme yang dimaksud, ditempuh Dedi Mulyadi di tingkat pengurus kabupaten/kota maupun provinsi.

BACA JUGA:

Foto Setya Novanto-Ridwan Kamil Marak Mejeng di Bandung, Penggembosan?

Setya Novanto Kecelakaan, Ridwan Kamil No Comment

“Bahwa kemudian ada nama Pak RK (Ridwan Kamil) yang muncul, saya kira itu realita yang terjadi. Walaupun kurang sesuai Juklak 06 Partai Golkar tentang Pilkada,” kata Iswara kepada wartawan, Selasa (21/11/2017).

Setnov Hilang, Dedi Mulyadi Ungkap Nasib Rekomendasi Ridwan Kamil

Menurutnya, rekomendasi yang keluar untuk Ridwan Kamil merupakan keinginan perorangan elit Jakarta yang dilembagakan menjadi keputusan institusi Partai Golkar. Bahkan Iswara menyebut, Ridwan Kamil tidak pernah mendaftar untuk maju Pilgub melalui Partai Golkar.

“Saya kira kemunculan nama beliau dalam rekomendasi itu karena keinginan perorangan saja. Kemudian keinginan ini dilembagakan menjadi rekomendasi,” katanya.

Sejak muncul rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk Ridwan Kamil, lanjut dia, belum pernah ada komunikasi aktif ataupun silaturahmi yang berusaha dijalin Ridwan Kamil dengan DPD Golkar Jawa Barat.

Sebelumnya Walikota Bandung Ridwan Kamil mengucapkan terimakasih kepada Partai Golkar secara institusi karena telah memberikan rekomendasi untuk maju di Pilgub Jabar 2018. “Berterimakasih kepada Golkar sebagai institusi, jadi keputusan mendukung saya itu keputusan institusi bukan pribadi-pribadi,” kata Ridwan Kamil.

Sementara itu, Ridwan Kamil menegaskan, dukungan yang ia terima dari institusi partai Golkar, bukan pribadi. Ia mengatakan, sepengetahuannya dari Sekjen Golkar Idrus Marham menyampaikan SK dukungan Golkar terhadapnya bukan keputusan individu, melainkan institusi.

‎”Sejak awal saya sudah memikirkan dan melakukan kajian menerima dukungan dari Golkar,” tegasnya.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds