Deddy Mizwar Khawatir UNESCO Cabut Status Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Perayaan dan Peringatan Pengukuhan Angklung Sebagai Warisan Budaya Indonesia, di Gedung Sate, Bandung, Minggu (19/11/2017).

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Perayaan dan Peringatan Pengukuhan Angklung Sebagai Warisan Budaya Indonesia, di Gedung Sate, Bandung, Minggu (19/11/2017).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah angklung ditetapkan sebagai “Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity” atau warisan budaya tak benda oleh UNESCO 18 November 2010 lalu, alat musik bambu itu kemudian berkembang menjadi budaya bernilai ekonomi kreatif.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, sudah tujuh tahun angklung menjadi warisan dunia tak benda oleh UNESCO. Status tersebut akan dicabut andai kegiatan angklung tidak tumbuh dan berkembang di masyarakat.

“Dan itulah kita ingatkan masyarakat melalui angklung days bahwa angklung ini sudah menjadi bagian dari masyarakat, dia tumbuh dan terus berkembang secara natural, sehingga angklung selamanya menjadi warisan dunia tak benda,” ungkap Demiz, di Perayaan dan Peringatan Pengukuhan Angklung Sebagai Warisan Budaya Indonesia, di Gedung Sate, Bandung, Minggu (19/11/2017).

Baca Juga:

TP Stage, Ruang Musik Bandung dari The Papandayan Hotel

Ternyata Kesuksesan Cakra Khan Buah dari Gemblengan Sekolah Musik Ini

Dikatakan, hari angklung harus menjadi penambah semangat pelestarian dan pengembangan oleh masyarakat. Kebanggaan dan rasa memiliki terhadap angklung, menurutnya bisa terus ditumbuhkan pada generasi muda.

Maka secara natural angklung akan terus tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi salah satu kebudayaan yang unggul. Sangatlah penting, kebanggaan terhadap angklung juga harus ditumbuhkan di jiwa anak-anak.

“Sehingga mereka bisa mengembangkan, mengkreasikan karya-karya warisan nenek moyangnya yang lebih baik lagi dibandingkan bangsa-bangsa lain,” katanya.

Baca Juga:

XL-AXIS Kembali Gelar HITZburan Musik Masa Kini

Ujung Berung Gudangnya Musik Cadas. Cuek pada YouTube, Tetap Produksi Kaset dan CD

Angklung yang merupakan seni pertunjukan, menurutnya secara tidak langsung maupun langsung akan menjadi bagian dari komoditi ekonomi kreatif. Dampaknya berimplikasi pada peningkatan kemampuan ekonomi pelaku industri kreatif.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri tengah mengupayakan infrastruktur seperti gedung kesenian yang bisa menjadi representasi kekayaan kebudayaan di Jawa Barat.

“Untuk itulah kita harus membangun gedung kesenian bertaraf internasional. Insya Allah 2019, jangan 2018 duitnya gak ada, dipake buat yang lain,” ujar Demiz.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

DPRD Cimahi Godok Perda Parkir

Nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di Kota Cimahi masih kurang. Dalam setahun, PAD yang didapat dari parkir …

Ini 10 Peserta Terbaik IndonesiaNEXT

  POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Telkomsel mengumumkan 10 peserta terbaik IndonesiaNEXT 2017 yang terpilih menjadi peserta terbaik nasional setelah melalui berbagai tahapan …

Ridwan Kamil Tinggalkan Rumah Dinas

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sekeluarga meninggalkan rumah dinasnya di pendopo Jalan Dalemkaum No 56 Bandung, Sabtu (20/1). Pindahan tersebut …