Ini Harta Diduga Milik Oknum Wartawan “Sopir” Setya Novanto yang Harus Diperiksa KPK

Setnov bersama salah satu wartawan televisi yang diduga bersamanya saat kecelakaan.

Setnov bersama salah satu wartawan televisi yang diduga bersamanya saat kecelakaan.

POJOKBANDUNG.com – Nama Metro TV Hilman Mattauch mendadak jadi perbincangan publik. Kedekatan Hilman dengan Ketua DPR Setya Novanto bikin namanya terseret.

Terlebih, Hilman tercatat sebagai jurnalis Metro TV. Sosok Hilman juga sangat dikenal di kalangan wartawan. Dia diketahui pernah menjadi Ketua Pressroom DPR (perkumpulan wartawan di DPR).

Pun kedekatannya dengan Setya Novanto. Pria bertubuh tambun itu disebut sebagai ‘tangan kanan’ Novanto. Informasi yang beredar di kalangan awak media, Hilman juga punya sejumlah harta di luar batas kewajaraan pekerja media.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Al Azhar (UAI), Ujang Komarudin meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa rekening dan harta milik Hilman.

Baca Juga:

Ricuh Saat Setya Novanto Mau Ditahan KPK, Fredrich Yunadi Naik Darah

Setya Novanto Kecelakaan, Ridwan Kamil No Comment

Itu dilakukan untuk mencari tahu apakah ada aliran uang mencurigakan. “Harus diselidiki dan diusut (rekeningnya itu),” ujar Ujang saat dihubungi, Sabtu (18/11/2017).

Ujang mengaku tahu gaji atau pendapatan para awak media. Sehingga menjadi kecurigaan apabila harta yang dimiliki Hilman sangat besar.

Terlebih ada informasi, mobil yang dikemudikan saat kecelakaan adalah milik Hilman, yaitu Toyota Fortuner. Belum lagi Apartemen Kedoya Elok yang diduga juga kepunyaannya.

“Kita ini insan media tahu honor dan gajinya berapa. Sehingga boleh-boleh saja mengusut itu semua,” katanya.

Baca Juga:

Toyota Siap Bantu Polisi Investigasi Fortuner Setya Novanto

Pengacara Bilang Setya Novanto Hampir ‘Game Over’, Dokter: Cuma Lecet-lecet

Hilman diketahui mengemudikan mobil yang ditumpangi Ketua DPR Setya Novanto hingga mengalami kecelakaan di Jalan Permata Berlian, Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam.

Hilman sendiri ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena lalai dalam mengemudikan mobil sambil menggunakan telepon genggamnya. Akibatnya, mobil menabrak tiang listrik.

Hilman dikenakan Pasal 238 juncto Pasal 310 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan‎. Ancaman kurungan pidananya paling lama 3 bulan.

(cr2/JPC)

loading...

Feeds