Polri Cabut Status Penyidikan Pimpinan KPK, Bagaimana Nasib Setya Novanto?

POJOKBANDUNG.com – Mabes Polri berencana menghentikan penyidikan atas terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Dalam kasus tersebut, Polri tidak menemukan fakta baik Agus maupun Saut melakukan dugaan penyalahgunaan wewenang.

“Soal SPDP (pimpinan KPK) dihentikan,” tegas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Kendati demikian, Setyo belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait pencabutan SPDP dimaksud.

“Belum. Penyidik belum ada yang menginformasikan ya, dan saya belum dapat informasinya,” kata Setyo.

Baca Juga:

Ini Penjelasan KPK Soal Setnov yang Jadi Tersangka E-KTP di Hari Pahlawan

KPK Kembali Tetapkan Setnov Tersangka Kasus E-KTP di Hari Pahlawan

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara terkair terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tito menegaskan bahwa dalam SPDP itu Agus dan Saut sampai detik ini masih berstatus terlapor.

“Saya ulangi ya, kami belum menetapkan status saudara yang terlapor, AR dan SS sebagai tersangka. Tapi masih terlapor,” tegas Kapolri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/11).

Bahkan, kisruh SPDP pimpinan KPK ini bahkan sampai membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara.

“Antara KPK dan Polri baik-baik saja, tapi saya minta agar tidak ada kegaduhan,” kata dia di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/11).

Jokowi mengatakan, saat ini telah berlangsung proses hukum di Polri terhadap dua pimpinan KPK tersebut.

Kendati demikian, ia mengegaskan Polri harus tetap profesional dalam mengusut perkara hukum tersebut.

“Ada proses hukum. Tetapi jangan sampai, saya sampaikan, jangan sampai ada tindakan yang tidak berdasarkan bukti dan fakta,” tekan Jokowi dengan nada meninggi.

loading...

Feeds

BPJS Kesehatan Polisikan Pengkritik

Polemik defisitnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lembaga yang dipimpin Fachmi Idris melaporkan dua akun pengkritik ke Bareskrim, Selasa …