Tol Soroja Diusulkan Jadi Tol Kota, Biar Mengurangi Angka Kecelakaan dan Kriminalitas

Sejumlah pekerja konstruksi di pembangunan Tol Soroja. FOTO: Ramdhani

Sejumlah pekerja konstruksi di pembangunan Tol Soroja. FOTO: Ramdhani

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Status Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) akan diusulkan menjadi tol dalam kota. Pemprov Jabar sudah menyampaikan usulan itu ke Badan Penyelenggara Jalan Tol (BPJT).

“Usulan ini terkait dengan keamanan dan kenyamanan jalan. Maka diusulkan jadi tol kota agar terang benderang jika malam,” kata Sekreatis Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, di Gedung Sate, Bandung, Senin (23/10/2017).

Baca Juga:

Ruas Tol Soroja Siap Uji Layak Operasi Oktober 2017

Pembangunan Pintu Tol Soroja Sudah Dimulai, September 2018 Kelar

Dengan status itu, lanjut dia, maka penerangan jalan di sepanjang tol akan lebih terjamin dibanding status tol biasa. Status ini sangat layak untuk Tol Soroja, mengingat Kabupaten Bandung dan Kota Bandung sudah tersambung secara langsung oleh jalan tol tersebut.

“Sehingga masyarakat lebih nyaman dan tenang,” katanya.

Penerangan jalan yang cukup, menurutnya bisa mengurangi pula peluang modus kriminalitas di jalan tol, termasuk angka kecelakaan.

“Frekuensi kendaraan pun akan jauh lebih banyak terlebih jika malam hari,” katanya.

Iwa mengakui, usulan ini akan berdampak pada tambahan biaya untuk penerangan jalan. Namun hal itu bukan masalah karena akan berdampak langsung pada keamanan pengendara.

Baca Juga:

Uji Kelayakan Tol Soroja Ditargetkan Oktober, Mudah-mudahan Tak Meleset Lagi

Tol Soroja Selesai September, Kawasan Soreang-Pasirkoja Hanya 10 Menit

“Tapi kita berikan dukungan karena status ini kelihatannya positif,” kata Iwa.

Soroja saat ini tengah dalam proses uji coba sebelum dibuka untuk umum pada November mendatang. Sementara untuk urusan tarif, menjadi kewenangan BPJT dan badan usaha jalan tol Soroja, PT Citra Marga Lintas Jabar.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

Dapat Akses Jalan, Eko Tetap Menuntut

Setelah mendapat akses jalan masuk yang sebelumnya terblokade bangunan tetangga, Eko Purnomo (37) masih memiliki ganjalan.