PPK SMA Disdik Jabar Dinilai Kurang Cermat, Paket Rp 9 M Tertahan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Arif Subakti, dinilai kurang cermat dalam menjalankan amanah percepatan pembangunan di bidang SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar.

Ini dibuktikan 10 paket proyek ditolak Balai Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Barat. Imbasnya, capaian target di bidang SMA Disdik Jabar tidak maksimal. Batalnya paket lelang bernilai Rp 900 juta per paket ini berdampak pada kegiatan belajar dan mengajar SMAN/SMAS.

Kasi Sarana dan Prasarana SMA Disdik Jabar, Arif Subekti berkilah, penolakan proyek tersebut semata-mata karena pertimbangan waktu dan cuaca.

“Ini sudah memasuki musim hujan, sehingga ULP takut mangkrak. Setelah dilakukan pengkajian dari ULP bahwa dari sisi waktu tidak akan mungkin dilakukan pelelangan,” kilah Arif ditemui di ruangannya, beberapa waktu lalu.

Namun, berbanding terbalik dengan kabar yang diterima koran ini, menyebutkan penolakan paket lelang RKB SMK tersebut bukan karena soal mepetnya waktu saja, tapi perencanaan PPK yang kurang matang.

Nilai anggaran program ini sendiri Rp 900 juta per paket. Program ini akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Jabar, di antaranya Kabupaten Bandung, Sumedang, Ciamis, dan Pangandaran.

Selain kurang cermat, sejumlah program SMA juga dikabarkan melibatkan oknum dalam setiap proyeknya. Hal ini sudah dikeluhkan sejumlah staf dan pejabat di lingkungan Disdik Jabar. Salah satunya di program pembangunan toilet SMA di 20 kabupaten/kota di Jabar. Padahal, besaran anggarannya hanya Rp 180 juta per sekolah.

(mun)

loading...

Feeds