Perkenalkan… Ini Putri, Siswi SMP Penulis Novel Fenomenal ‘IPA&IPS’

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Meskipun baru menginjak usia 14 tahun. Namun, remaja, yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP, Putri Azahra Haryanto mampu membuahkan karya tulis berupa novel dengan jumlah pembaca cukup fenomenal, sekitar 6 juta orang.

Novel berjudul ‘IPA&IPS’ buah karya dari gadis yang karib disapa Putri ini dimuat di aplikasi Wattpad. Jumlah pembaca yang mencapai jutaan orang ini rupanya cukup menantang bagi penerbit besar, Gramedia, untuk diterbitkan ke dalam bentuk buku manual.

Novel tersebut hanya salah satu dari sejumlah karya dari Putri. Karya lainnya, novel berjudul Backstreet, Relationshit dan Rifaldino yang siap mewarnai karya-karya novelis lainnya. Jangan salah, baru dari satu karya saja, Putri sudah menghasilkan setumpuk rupiah.

Rupanya banyak orang bertanya, kenapa remaja seusia itu bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Putri dari pasangan Cepi Haryanto dan Sopi Avianti ini memang mempunyai kebiasaan ‘curhat’ di diary sejak kelas 2 SD. Terlebih, kedua orangtuanya memberikan support penuh atas minat menulis yang disukai putri kesayangannya.

Putri kini bersekolah di SMP Al Irsyad Bandung. Hebatnya, ia menulis novel hanya didasari iseng-isengan belaka atas hobinya menuangkan ide ke dalam tulisan.

Tidak ada obsesi ingin menjadi penulis besar, apalagi jadi orang kaya. Namun di luar dugaan, novel yang menceritakan kisah anak SMA jurusan IPA dan IPS ini ternyata disukai jutaan orang.

“Isi tulisannya sebetulnya cerita dari kawan-kawan senior aku yang baru masuk SMA, dan aku curahkan dalam sebuah cerita. Alhamdulillah banyak yang baca dan suka,” kata Putri kepada wartawan, di kediamannya, Kota Baru Parahyangan, Kab Bandung Barat.

Putri mengaku banyak terinspirasi cerita remaja karya Wulan Padi dan sejumlah novelis lainnya. Dan Wattpad menjadi media yang cukup memudahkan bagi Putri untuk berpetualang menuangkan ide-ide kreatif.

Motivasi awal munculnya minat menulis di diary, ia sering merasa risih ketika curhatan-curhatan ke teman-temannya kemudian ‘bocor’ ke banyak orang. Lalu, diary menjadi pelarian yang membuatnya nyaman, hingga menjadi hobi dan kebiasaan.

loading...

Feeds