Info Penting Soal Taksi Online dari Kemenhub yang Perlu Diketahui

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) memastikan, pihaknya tengah melakukan finalisasi draft Peraturan Menteri Perhubungan (permenhub) tentang taksi online.

Langkah itu nantinya akan menggantikan Permenhub No. 26 tentang angkutan sewa online yang dibatalkan Mahkamah Agung (MA), Agustus lalu.

Sekretaris Jenderal Kemenhub, Sugihardjo mengatakan, dalam aturan baru nanti, tarif taksi online akan diatur melalui tarif atas dan tarif bawah. Tarif itu nantinya akan disesuaikan berdasarkan wilayah masing-masing.

Menurut Sugihardjo juga sebelum diterbitkan, aturan itu nantinya akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Penetapannya itu, dalam hal ini untuk soal tarif, penetapannya oleh Dirjen atas usulan dari daerah,” katanya saat ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (17/10).

Pria yang akrab disapa Jojo ini juga menjelaskan jika pihaknya akan menerima masukkan dari dari setiap wilayah. Setelah itu, pemerintah akan menetapkannya dengan berdasarkan skema tarif atas dan bawah.

Hal itu diharapkan nantinya masyarakat tidak dibingungkan dengan adanya perbedaan tarif.

“Kalau tarif beda-beda kan juga bakal bingung masyarakat. Jadi ditentukan Kemenhub nanti berdasarkan wilayahnya saja. Usulan dari daerah, tapi kesetaraan dari Kemenhub. Dan tarif pasti ada batas atas dan bawah,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Sugihardjo, pihaknya juga akan mengatur kuota taksi online per wilayah. Penyesuaian kuota dilakukan agar ada prinsip keadilan.

Sebab, di peraturan menteri itu juga ada formula bagaimana cara menghitung dengan memperhatikan jumlah penduduk, tingkat kepemilikan kendaraan pribadi, taksi yang sudah ada, angkutan umum, semua dihitung.

“Penetapannya itu, sementara kalau soal kuota ditetapkan oleh instansi pemberi izin dengan mengacu ke formula yang sudah ditentukan,” tutupnya.

(cr4/JPC/pojokbandung)

loading...

Feeds