Pemain Manchester United Sampaikan Ucapan Duka untuk Choirul Huda

Choirul Huda (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Choirul Huda (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com – Meninggalnya kiper sekaligus kapten Persela Lamongan Choirul Huda juga memicu simpatik Manchester United Paul Pogba.

Seperti diberitakan, Choirul Huda meninggal dalam laga menghadapi Semen Padang, pada Minggu (15/10/2017).

Paul Pogba lewat akun Twitternya menyatakan duka cita untuk kiper legendaris Persela itu.

“RIP Choirul Huda. Doaku untukmu dan keluarga #RIPHuda,” tulis gelandang Manchester United itu.

Meninggalnya Huda memang ramai di Twitter. Selain Pogba, sejumlah media internasional seperti Bleacher Report, Daily Mail, dan the Guardian turut memberi perhatian atas kepergian almarhum.

Baca Juga:

Ini Kata Dokter Soal Penyebab Kematian Kiper Persela, Choirul Huda

VIDEO: Detik-detik Insiden Tabrakan Mengerikan Kiper Persela Choirul Huda

Seperti yang diketahui, Choirul Huda berbenturan dengan rekannya sendiri dalam laga yang dihelat di Stadion Surajaya, Lamongan. Nahas, walau telah dilarikan ke RSUD dr Soegiri pemain berusia 38 tahun itu tutup usia.

Menurut Dokter Yudistiro Andri Nugroho, Spesialis Anastesi Kepala unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri Lamongan, Huda karena trauma benturan yang membuat napas dan jantungnya berhenti.

Yudistiro Andri melanjutkan bahwa dari analisis awal, meninggalnya Huda kemungkinan dikarenakan trauma dada, trauma kepala dan trauma leher.

Baca Juga:

Sebelum Meninggal, Kiper Persela Choirul Huda Sudah ‘Pamit’?

Ucapan Belasungkawa Persib dan Klub Liga 1 untuk Almarhum Choirul Huda

Sebab, menurutnya di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan nafas.

Kepergian Huda, tentunya menjadi kehilangan besar sepakbola nasional, khususnya Lamongan. Ia juga merupakan cerminan pesepakbola yang loyal dan juga setia. Sejak tahun 1999, atau awal kariernya sebagai pesepakbola, Huda tidak pernah berpindah klub.

Ia setia bersama Persela walau dalam kondisi apapun, hingga akhir hayatnya. Sosoknya pun begitu dihormati bagi publik sepakbola Lamongan, sehingga sebutan legenda pun disandangkan untuknya.

(ysp/pojoksatu)

loading...

Feeds