Kampung KB Sebagai Solusi Penataan Jumlah Penduduk Jawa Barat

Kepala BKKBN Jabar, Sukaryo Teguh Santoso

Kepala BKKBN Jabar, Sukaryo Teguh Santoso

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jabar, Sukaryo Teguh Santoso, mengatakan Program Keluarga Berencana (KB) bukan hanya masalah kelahiran anak.

“Program KB juga membina kepesertaan KB kembali, memperkuat ketahanan keluarga, menumbuhkan kembali kegotongroyongan masyarakat, hingga menjadi pintu masuk desa mandiri,” ungkap Sukaryo Teguh Santoso, dalam sebuah diskusi di Bandung, baru-baru ini.

Baca Juga:

Ketika Remaja Jadi Prioritas Program KB

Hari Kontrasepsi Sedunia: Kampanye Kontrasepsi Semarak di CFD Dago

Untuk mengefektifkan program KB, lanjut dia, pihaknya menjalankan program Kampung KB. Karena itulah diskusi tersebut mengusung tema “Kampung KB dan Penataan Kependudukan di Jawa Barat.

Menurutnya, KB erat kaitannya dengan penataan penduduk yang terdiri dari penduduk usia tidak produktif (anak-anak dan manula) maupun usia produktif (angkatan kerja).

Baca Juga:

BKKBN Jabar Evaluasi Program GenRe

BKKBN Sosialisasi KB Kesehatan

Maka dari itu, tugas BKKBN tidak hanya pengendalian pertumbuhan penduduk, melainkan juga menjalankan tugas meningkatkan kesehatan ibu dan anak. “Hingga mempersiapkan generasi yang baik ilmu dan akhlak,” katanya.

Untuk itulah diperlukan kepesertaan KB lewat peningkatan jumlah Kampung KB. Saat ini Jawa Barat baru memiliki 600 Kampung KB. Jumlah tersebut harus terus ditambah.

“Kita juga terus memfungsikan kader-kader di tingkat kelurahan sampai tingkat RW,” katanya.

(***)

loading...

Feeds