Warganet Galang Petisi “Cabut Larangan Transportasi Online di Bandung”

Angkot trayek Riung Bandung - Dago (asep hidayat/foto ilustrasi)

Angkot trayek Riung Bandung - Dago (asep hidayat/foto ilustrasi)

POJOKBANDUNG.com – Munculnya wacana larangan angkutan online beroperasi di Jawa Barat memancing reaksi dari warganet. Sebuah petisi digalang di laman petisi online change.org.

Petisi ditujukan untuk Wali Kota Bandung Ridwan kamil, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Petisi dibuat agar larangan tersebut dicabut. Hingga Rabu, 11 Oktober 2017, pukul 19.00, petisi itu sudah ditandatangani 1.773 warganet.

Dalam petisi berjudul “Cabut Larangan Transportasi Online di Bandung” tersebut, warganet dengan ID Surili Percusion mengutarakan keputusan pemerintah itu bakal merugikan masyarakat.

Baca Juga:

Hindari Ricuh, Angkutan Online di Bandung Stop Beroperasi 4 Hari

Angkot Vs Taksi Online, Ini Imbauan Organda Jabar untuk Hindari Ricuh

“Kebijakan itu justru merugikan masyarakat, yang sebagian haknya dirampas, hak kebebasan untuk memilih transportasi umum direnggut paksa, masyarakat dipaksa untuk memilih angkutan umum yang penuh ketidakpastian,” demikian pengantar petisi tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melarang angkutan online beroperasi sebelum peraturan baru yang mengatur angkutan berbasis aplikasi diterbitkan.

Surili Percusion menuturkan keluhannya terhadap angkutan konvensional yang dinilai tidak nyaman baik dari pelayanan maupun infrastruktur.

Secara detail, dia menyebutkan penyebab ketidaknyamanan itu adalah angkot sering mengetem sembarangan, penumpang kerap dipaksa duduk berdesakan, hingga kurangnya jaminan keamanan dan kepastian tarif.

Ada pun empat poin tuntutan yang diajukan Surili Percusion di antaranya, meminta pemerintah meninjau kembali dan mencabut larangan beroperasinya transportasi online di Bandung hingga adanya perbaikan layanan angkutan umum konvensional.

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …