ULP Jangan Dijadikan Sarang Korupsi, Gubernur Diminta Kembalikan Panitia Lelang ke Dinas

Ratusan massa LSM GMBI menggelar aksi demo di  ULP Balai Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jabar, Bandung, Kamis (12/11/2017).

Ratusan massa LSM GMBI menggelar aksi demo di ULP Balai Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jabar, Bandung, Kamis (12/11/2017).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan diminta mengembalikan panitia lelang lagi ke dinas, agar tidak dijadikan sarang korupsi.

Ketua Distrik GMBI Kota Bandung, Abah Mahsur membeberkan,  selama ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) menjadikan lelang seperti bermain-main dengan pihak ketiga (pengusaha, red).

“Karena itu, kami minta panitia Pokja ULP terbuka dan buktikan terkait persyaratan sesuai yang dipersyaratkan dalam pelelangan RKB SMK,” kata Abah disela aksi demo LSM GMBI di ULP Balai Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jabar, Bandung, Kamis (12/10/2017).

“Karena prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa jelas mengandung unsur, efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel,” lanjut Abah.

Abah juga mengungkapkan, persyaratan dalam proses pelelangan sering dibuat dan ditambah dengan tujuan mencari keuntungan.

“Kami ada bukti undangan klarifikasi dari Pokja ULP yang salah alamat, perusahaan bersangkutan tidak mengikuti lelang di Cipeundey, tapi oleh Pokja ULP diberikan undangan klarifikasi. Apakah itu tidak dibilang mengada-ada,” tegas Abah.

Tidak itu saja. Abah membeberkan juga ULP sering menjadikan SKT/SKA sebagai senjata pamungkas. Tak heran, setelah lelang ditangani ULP yang dibagi pada bagian Pokja malah berubah drastis, tadinya terbuka menjadi tertutup.

“Terbuka hanya di LPSE saja, selebihnya rahasia Pokja ULP,” tandas Abah.

Seharusnya, kata dia, dalam proses pelelangan jangan membingungkan dan mempersulit pihak ketiga, sementara proses di lapangan serta berdasarkan fakta, kadang-kadang perusahaan pemenang adalah “titipan” ULP.

Sementara itu, Kepala ULP Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Barat, Imansya, ogah memberikan tanggapan soal tudingan dan tuntutan dari GMBI.

(man/mun)

loading...

Feeds