Depresi, Ijat Ruhiat Bakar Diri. Sempat Bertahan 5 Menit

Ijat Ruhiyat, 64, pensiunan PNS yang melakukan bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiri

Ijat Ruhiyat, 64, pensiunan PNS yang melakukan bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiri

POJOKBANDUNG.com – Diduga depresi karena penyakit yang lama diderita, Ijat Ruhiat (64) nekat bunuh diri dengan cara membakar dirinya di kebun belakang rumah kontrakannya.

Kejadian tersebut berlangsung di Dusun Cidempet RT 02 RW 04 Desa Cibereyeuh Kecamatan Conggeang, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/10/2017).

Warga pertama kali mengetahui aksi nekat pensiunan PNS itu sekitar pukul 09.40.

“Saya sedang siap-siap berangkat kerja dengar orang teriak-teriak di belakang rumah. Pas saya lihat ada orang terbakar,” kata Aris, tetangga korban.

Melihat ada orang terbakar, Aris berupaya menyelamatkannya dengan cara menyiram air. Aris mengaku awalnya tak mengetahui bahwa yang terbakar adalah tetangganya sendiri.

Saat api padam, Aris dan warga lainnya baru tahu korban adalah Ijat.

“Waktu saya lihat posisinya sedang telungkup, tapi korban tidak meringis kesakitan atau teriakteriak,” tuturnya.

Meski api sudah dipadamkan, namun nyawa Ijat tak berhasil diselamatkan.

“Setelah api padam juga masih ada (hidup, red). Korban meninggal sekitar 5 menit kemudian,” ujarnya.

Warga lainnya menduga korban membakar diri dengan cara menyiram bensin ke tubuhnya lalu membakarnya dengan korek api.

“Sebelumnya beli bensin dulu 4 liter ke warung eceran, bilangnya mau ada perlu,” ujar warga lainnya.

Penuturan warga juga mengatakan korban sudah sering mengatakan ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

“Sudah sering bilang mau bunuh diri, tapi kalau usaha belum pernah, baru kali ini,” ujarnya.

Anak korban, Diki menduga ayahnya nekat bunuh diri karena depresi akibat menderita penyakit asma sejak 4 tahun lalu. Korban juga baru 2 hari pulang dirawat di puskesmas karena penyakit asmanya.

“Bapak sudah lama sakit asma, tapi parahnya sejak 4 tahun, memang sering ngeluh,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata melalui Kapolsek Conggeang AKP Jeje Heryanto menyebutkan, bensin itu dibelinya sebanyak empat liter.

“Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi yang ada, diduga pelaku melakukan bunuh diri tersebut dengan cara membakar diri, dikarenakan korban frustasi akan penyakit asma yang selama ini dimilikinya,” jelas polisi.

Setelah dilaksanakan olah TKP yang dilakukan tim identifikasi Polres Sumedang beserta tim kesehatan UPTD Puskesmas Conggeang yang dipimpin dr. Welly Ananto, ditemukan jerigen bensin yang sudah kosong.

Juga ditemukan sebuah korek api yang diduga sebagai alat digunakan korban untuk membakar dirinya.

“Pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi dengan cara membuat surat pernyataan dari pihak keluarga,” terang polisi.

Selanjutnya jenazah korban disemayamkan pihak keluarga setempat.

(gun/tri/pojokjabar)

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …