Poros Baru Munculkan Sederet Nama Cagub Jabar, Tak Ada Deddy Mizwar-Ridwan Kamil

Pimpinan empat Partai Politik Jabar bangun poros baru untuk Pilgub 2018. (Atep/Pojokbandung)

Pimpinan empat Partai Politik Jabar bangun poros baru untuk Pilgub 2018. (Atep/Pojokbandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ketua DPD Partai Gerindra Jabar, Mulyadi mengatakan, partai-partai Poros Baru Pilgub Jabar 2018; Gerindra, PPP, PAN dan Demokrat tak ingin dipatok dengan kandidat yang sudah ada seperti yang ditawarkan oleh PKS.

Alasan itulah yang membuat keempat partai tersebut belum melibatkan PKS yang telah mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Namun sampai kapanpun, kata Mulyadi, pihaknya siap menerima PKS asalkan mau mengikuti sistem yang diterapkan partai poros baru.

Baca juga: 4 Partai Ini Bikin Poros Baru untuk Pilgub Jabar 2018

“Kami sepakat tidak ingin terjebak kandidat, tapi kalau PKS mengusung, kami tidak ingin dipatok calon. Tapi kami tetap terbuka bagi PKS, asalkan tidak mematok kandidat,” tegas Mulyadi usai pertemuan dengan perwakilan partai Poros Baru di Kantor DPD Gerindra, Jalan PHH Hasan Mustopa, Kota Bandung, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, saat ini empat partai poros baru akan menggelar penggodokan nama-nama kandidat yang akan disodorkan masing-masing partai. Gerindra menyodorkan Mulyadi dan Burhanudin Abdullah, PPP menyodorkan UU Rhuzanul Ulum dan Asep Moushul, PAN menyodorkan Desy Ratnasari, dan Demokrat menyodorkan Iwan Sulanjana, Dede Yusuf, dan Herman Khairon.

Ditegaskan, poros baru tidak tertarik dan tidak ingin terjebak dengan tingginya popularitas kandidat seperti Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, dan nama lainnya yang kerap muncul di berbagai rilis survei.

“Kami tidak ingin terjebak pada kandidat yang punya elektabilitas, tapi jauh dari kualitas untuk membangun Jabar,” tandas Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD PAN Jabar Ahmad Najib Qudratullah mengatakan, langkah yang dilakukan poros baru merupakan langkah positif dalam memberikan pilihan alternatif kepada masyarakat. Bagi PAN sendiri langkah ini diyakini bisa memecah kebuntuan dalam mencari calon gubernur/wakil gubernur Jawa Barat.

“Masyarakat akan diberi pilihan yang banyak dan akan lebih semarak tentunya pilkada ini, jadi saya pikir ini langkah positif,” tegas Najib.

Najib mengatakan, pihaknya akan melakukan pertemuan secara maraton untuk mebahas lebih jauh terkait rencana koalisi. Hasil dari pertemuan akan menjadi laporan kepada DPP partai masing-masing untuk kemudian menjadi sebuah rekomendasi calon.

“Setelah pertemuan ini diharapkan terbangun sebuah konsensus, bahkan komitmen yang tentu yang akan kami teruskan sebagai laporan kami ke DPP sebagai rekomendasi,” ujar Najib.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds