Pasca-elektronifikasi, Transaksi Nontunai di Jalan Tol Meningkat

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat diapit Kepala Grup BI Jabar Ismet Inono dan Sukarelawati Permana berdialog pertumbuhan ekonomi Jabar, di KPw BI Jabar, Bandung, Senin (9/10)

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat diapit Kepala Grup BI Jabar Ismet Inono dan Sukarelawati Permana berdialog pertumbuhan ekonomi Jabar, di KPw BI Jabar, Bandung, Senin (9/10)

 

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG –Peredaran uang palsu (upal) di Jawa Barat terbilang masih cukup banyak. Hingga September 2017, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat mencatat temuan upal sebanyak 14.627 lembar, sedangkan selama 2016 lalu temuan upal sebanyak 32.537 lembar.
“Masih banyaknya temuan uang palsu sejalan adanya upaya BI Jabar untuk melakukan pencerdasan ciri keaslian uang rupiah,” ujar Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat kepada media di Bandung, Senin (9/10).

Menurut Wiwiek, temuan upal tersebut, bisa melalui penukaran uang di masyarakat, barang bukti di kepolisian atau melalui uang yang disetor ke bank. “Kalau upal itu sudah masuk ke tangan polisi, biasanya pihak kepolisian koordinasi dengan kami, bukan hanya polisi kami juga berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan terkait pengawasan dan penanganan perdaran uang palsu ini, memang banyak cara dilakukan orang yang tak bertanggung jawab dalam memalsukan uang NKRI,” papar Wiwiek.

Terkait sistem pembayaran nontunai, Wiwiek mengatakan, kliring melalui SKNBI menunjukkan adanya peningkatan pada triwulan III 2017 mencapai 15,4 persen (yoy), demikian transaksi menggunakan BI RTGS dengan pertumbuhan yang meningkat sebesar 22,97 persen (yoy).

“Perkembangan sistem pembayaran saat ini juga terkait dengan adanya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dimulai melalui penggunaan uang elektronik di gerbang tol pada 1 Oktober lalu,” ungkapnya.

Wiwiek menambahkan, penggunaan transaksi non tunai pada gerbang tol Purbaleunyi pasca elektronifikasi jalan tol terlihat cukup baik.

“Itu tergambar dari persentase penggunaan non tunai di gerbang tol masuk Purbaleunyi mencapai 63,73 persen, sedangkan gerbang tol keluar Purbaleunyi mencapai 60,29 persen. “Jabar sendiri memiliki lima ruas jalan tol yang sejak pencanangan elektronikasi di jalan tol per 1 Oktober lalu, beberapa gerbang tol sudah menerapkan pembayaran secara non tunai. Total realisasi penjualan uang elektronik pasca 1 Oktober itu mencapai 77.459 kartu uang elektronik,” jelasnya.

Terkait transaksi non tunai di jalan tol, Wiwiek menandaskan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pengguna jalan tol.

“Kita tidak menutup mata sebagai regulator, perbankan dan pengelola jalan tol untuk terus memperbaiki dan menambah sarana transaksi non tunai di jalan tol seperti pengadaan kartu e-toll, top up, mesin EDC, dan fasilitas lainnya. Prinsip dasarnya, penggunaan e-toll untuk mempercepat dan memudahkan pengguna dalam proses transaksi di tol sehingga dapat memperlancar arus lalu lintas di tol,” terang Wiwiek.

Berdasarkan hasil survei BI Jabar, Wiwiek memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di Jabar pada triwulan III masih terjaga meski mengalami sedikit penurunan.

“Pertumbuhan ekonomi di Jabar diperkirakan berada pada kisaran 5,2 persen – 5,6 persen (yoy),” pungkasnya. (*/nto)

loading...

Feeds

Pemkot Cimahi Segera Lakukan Rotasi

Rotasi dan Mutasi pejabat esselon di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan segera dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan karena, kebutuhan organisasi.

Perda Kepemudaan Harus Diimplementasikan

Dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di kalangan pemuda, Pemerintah Kota Cimahi sebaiknya mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan.

Pilgub, Peran Ulama-Ponpes Strategis

Pesantren tidak hanya sebagai tempat kaderisasi pembinaan, pencerahan para santri dalam melahirkan generasi muda Indonesia, tapi juga terdepan dalam perang …

Skuat Persib Bakal Pergi ke Tasik

Gomez mengatakan, Persib Bandung memiliki lapangan yang  bagus (GBLA). Namun karena cuaca tidak mendukung tim pun hanya latihan selama 50 …