Nafa Urbach Dapat Pesan Cabul, Cowok Ini pun Diciduk Polisi  

Nafa Urbach. Foto: Instagram nafaurbachofficial

Nafa Urbach. Foto: Instagram nafaurbachofficial

POJOKBANDUNG.com – Polda Metro Jaya membekuk pelaku tindak pornografi berinisial MHHS pada 5 Oktober lalu di Desa Lagadar, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Cowok 19 tahun itu diduga mengirim pesan cabul ke akun Instagram milik Nafa Urbach.

Pemburuan terhadap MHHS bermula ketika polisi menerima laporan dari Nafa. Artis yang sedang dalam proses perceraian itu mengaku menerima pesan langsung di Instagram yang berisi ujaran disertai pornografi.

Kanit V Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol James Hutajulu mengatakan, MHHS mengirimkan pesan berbau pornografi kepada Nafa semenjak melihat postingan berita di Line Today tentang anak Nafa.

Petugas Polda Metro Jaya menggiring cowok berinisial Mhhs yang mengirim pesan-cabul ke akun instagram Nafa Urbach. Foto: Adrian Gilang/jpnn.com

Selanjutnya, Nafa menerima pesan langsung atau direct message dari akun sofyanyahya129 dan hassanharris di Instagram.

“Isi pesan tersebut mengandung kata-kata atau kalimat yang tidak pantas. Ada juga gambar yang dikirimkan ke Instagram Mbak Nafa berkonten pornografi,” kata James di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Setelah ada laporan dari Nafa, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya polisi menangkap MHHS.

Baca Juga:

Mengerikan! Ini Petisi David Bond Si Pemangsa Perempuan Asia untuk Dijadikan Model Video Porno

Waspada! David Bond Masuk Indonesia, Incar Wanita buat Video Porno

Di depan penyidik, MHHS mengakui perbuatannya. Selain itu, pelaku juga menyimpan video dan gambar bermuatan pornografi.

“Tersangka juga ikut grup WA pornografi lokal dan internasional,” ujar James.

Polisi juga mengantongi dua barang bukti pada saat menangkap pelaku, yakni satu unit handphone merek Asus warna hitam dan satu bundel print out screen capture percakapan antara tersangka dan Nafa pada akun Instagram.

Polisi menjerat MHHS sebagai tersangka dengan dugaan melanggar Pasal 27 ayat (1) jo 45 ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman hukumannya adalah enam tahun penjara.

(gil/jpnn)

loading...

Feeds