Besar Harapan Lahir Seorang Astronot dari Indonesia

POJOKBANDUNG- INDONESIA pernah nyaris memiliki seorang astronot pertama bernama Pratiwi Pujilestari Sudarmono, tapi batal di detik-detik menjelang keberangkatan.

Namun, kegagalan itu bukan lantas menutup peluang putra asli Indonesia untuk mengangkasa.

Dengan sumber daya manusia yang terbukti mumpuni di berbagai bidang, Indonesia diyakini mampu meloloskan seorang astronot untuk turut melakukan riset dan eksplorasi di stasiun ruang angkasa internasional (ISS).

Hal ini diyakini pimpinan perusahaan perusahaan teknologi dan perangkat lunak industri terkemuka asal Amerika, Honeywell, Alex J Pollack.

“Sumber daya manusia Indonesia luar biasa. Mereka orang-orang yang pandai di bidang sains, teknologi, rekayasa teknik dan matematika, jadi bukan mustahil untuk menjadi astronot. Jika bukan saat ini maka generasi mendatang, saya sangat yakin,” kata President Honeywell Indonesia, Alex J Pollack, dalam acara penyambutan 7 guru Indonesia dari program HESA di akademi antariksa di Huntsville, di Jakarta.

Pria bersahaja yang mengaku mencintai Indonesia ini bahkan menggambarkan kemampuan SDM di sini seperti kejeniusan “MacGyver”. Serial film populer era 90-an yang diperankan oleh Richard Dean Anderson yang dengan kepandaiannya di bidang fisika dan teknik mampu menciptakan inovasi-inovasi baru secara cepat.

“Bukan hal yang sulit untuk menjadi pioner di bidang rekayasa enginering serta teknologi karena pada dasarnya orang-orangnya pandai layaknya MacGyver,” ujar pria yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Alex yang sudah tinggal di Indonesia sebelum era reformasi 1998 ini mengaku sangat memimpikan adanya putra-putri Indonesia yang menjadi astronot dan melakukan tugasnya di stasiun ruang angkasa internasional atau International Space Station (ISS).

“Mimpi saya sebelum pensiun adalah melihat generasi negeri ini menjadi astronot. Saya yakin kita mampu. Karena itu kami berharap agar pengalaman yang didapatkan guru selama pelatihan astronot di Amerika dapat menginspirasi murid-murid disekolah agar menjadi generasi yang berprestasi di bidang sains, rekayasa teknik, teknologi dan matematika,” ungkapnya.

(esy/jpnn)

loading...

Feeds