Dedi Mulyadi ‘Digantung’ DPP, Loyalitas Kader ‘Mendua’ Golkar Diuji

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (istimewa)

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (istimewa)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- DPP Partai Golkar belum menghamini keinginan kader Golkar Jabar yang mengklaim Ketua DPD Dedi Mulyadi paling layak direkomendasikan sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

Bahkan sikap terhadap Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi yang  digadang-gadang sebagai calon gubernur Jabar satu-satunya dari internal Golkar nyatanya belum mendapat kepastian alias digantung oleh pengurus partainya di tingkat pusat.

BACA JUGA:

Pilgub Jabar 2018, Pengamat Sebut Dedi Mulyadi Hadapi Dilema

Apa Sikap Deddy Mizwar Jika Dipasangkan dengan Dedi Mulyadi?

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Prof. Asep Warlan Yusuf menilai, sikap DPP Partai Golkar yang bahkan mewacanakan simulasi beberapa pasangan cagub-cawagub Jabar, sejatinya ingin melihat sampai sejauh mana ketertarikan partai lain untuk menjalin kerjasama politik dengan Golkar.

“Apakah partai lain lebih responsif dengan pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien, atau Deddy Mulyadi-Aceng Fikri, atau pasangan lainnya. Saya kira memang sampai sejauh ini Dedi Mulyadi belum teruji dalam menggaet mitra koalisi. Kalaupun merasa sudah banyak partai yang siap berkoalisi dengan Golkar, itu baru ambon sorangan (klaim sepihak),” ujar Asep kepada  wartawan, Kamis (5/10/2017).

Kesal, Dedi Mulyadi Blak-blakan Soal Mahar Rp10 Miliar

Adanya sikap DPP Golkar yang ngambang untuk Dedi Mulyadi, menurutnya, ini dapat disimpulkan pula sebagai sikap DPP yang ingin mendapat keyakinan para pendukung Dedi Mulyadi berikut para kader Golkar Jawa Barat benar-benar loyal terhadap Golkar tingkat pusat sebagai pemegang otoritas tertinggi, atau sebaliknya.

Asep menjelaskan, munculnya dorongan dari para kader Golkar Jabar agar pelaku pembuat SK bodong pengusungan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien harus dipidanakan, seruan ‘Save Partai Golkar’, bendera Golkar setengah tiang, aksi kumpul uang koin untuk DPP Golkar serta sejumlah aksi lain, menurutnya malah menjadi pertanyaan bagi DPP Golkar.

“Apakah isu-isu yang dimunculkan itu bisa dijadikan tanda sebagai bentuk loyalitas terhadap Golkar? Jadi, loyalitas itu bisa dipertanyakan. Tapi bisa jadi Dedi Mulyadi memang benar sebagai loyalis murni,” ungkap Asep.

Terkait hal itu, Abeb Setiawan, Ketua Dewan Penasehat Golkar Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa para kader Golkar Kabupaten Sukabumi hanya fatsun terhadap Partai Golkar secara institusi, bukan pada perorangan. “Kita tetap fatsun terhadap keputusan DPP, siapapun figur yang ditunjuk. Sekarang memang sikap DPP belum memberikan rekomendasi secara jelas,” tegas Abeb saat dihubungi.

loading...

Feeds