Jokowi Bisa Jadi Rebutan PDIP dan Golkar di Pilpres 2019

Presiden Joko Widodo (Dery Ridwansah/Jawa Pos)

Presiden Joko Widodo (Dery Ridwansah/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Partai Golkar disebut-sebut sebagai satu-satunya lawan politik PDIP di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kedua partai besar ini kini berkoalisi.

Tetapi tidak ada jaminan jika di Pilpres mendatang dua partai gaek ini tidak mengambil jalan sendiri-sendiri. Jika PDIP dan Golkar jalan sendiri-sendiri, siapa calon yang mereka usung?

BACA JUGA:

Duet Prabowo-Aher untuk Pilpres 2019 Makin Dekat

Gerindra Siap Maju Pemilu 2019, Prabowo Akan Datang Langsung ke KPU

Sumber pojokbandung.com mengatakan, tentu PDIP punya Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi incumbent.

Besar kemungkinan Jokowi akan diusung kembali untuk melanjutkan jabatan periode kedua. Meski, lagi-lagi tidak ada jaminan juga Jokowi sudah pasti diusung kembali oleh PDIP.

Koalisi Jokowi Bisa Pecah, Mendagri Prediksi Ada 3 Calon di Pilpres 2019

Prabowo dan SBY Bertemu, Tawarkan Agus di Pilpres 2019!

Sumber pojokbandung.com mengutarakan, jika Jokowi tidak diusung PDIP, maka ada peluang Golkar yang bakal mengusung Jokowi.

Isu tersebut diamini pengamat politik Karim Suryadi. Profesor Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mengatakan, Golkar punya sejarah panjang di panggung politik Indonesia, punya banyak tokoh handal dan sudah diakui memiliki jaringan komunikasi yang kuat.

Namun, ketika tiba di ujung akhir di mana saatnya mengajukan calon, Karim Suryadi mengatakan, Golkar justru keteteran. “Kenapa begitu? Menurut saya di Partai Golkar sekarang ini hampir tidak ada faktor pemersatu yang dianggap sebagai ‘dewa’, ikon, yang menyatukan faksi yang ada di tubuh partai sendiri,” paparnya kepada pojokbandung.com, Rabu (4/10/2017).

Ia mengatakan, Golkar tak punya tokoh sekelas Megawati di PDIP, tak punya SBY seperti di Demokrat atau tokoh seperti Prabowo di Gerindra. Memang tokoh hebat dan besar di Golkar banyak. Namun, di antara para tokoh itu tidak ada yang didapuk sebagai ikon pemersatu.

“Sehingga faksi itu seolah-olah bersaing dengan kekuatan internal mereka sendiri,” katanya.

loading...

Feeds