Di Pendopo DPRD Cimahi, Bandoengmooi Persembahkan ‘Siluman Munding Dongkol’

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Komunitas budaya “Bandoengmooi” mencurahkan keprihatinan terhadap pencemaran lingkungan melalui seni Longser dengan mengangkat tema “Peduli Lingkungan”.

Ketua Bandoengmooi, Hermana menjelaskan, pertunjukan longser tersebut merupakan kritik sosial terhadap pencemaran lingkungan dan maraknya alih fungsi lahan pertanian dan perkebunan atau daerah resapan air bersih, menjadi permukiman.

BACA JUGA:

Bahas Pencemaran Citarum, Pemprov Jabar Kumpulkan Pejabat Daerah

Polisi Sudah Periksa 14 Saksi Kasus Dugaan Limbah B3 di Cimahi Selatan

“Alih fungsi ini selain menyebabkan berkurangnya sumber air bersih juga bisa menyebabkan banjir,” kata Hermana.

Disisi lain, kebiasaan buruk masyarakat dan perusahaan yang membuang limbah ke sungai, dapat mengancam kelangsungan hidup masyarakat dan merusak ekosistem. “Intinya harus sama sama menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Apa yang diharapkan dari pertunjukan tersebut, ungkapnya, diharapkan mampu memberi nilai edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran budaya dan kesadaran lingkungan serta membangun citra positif bagi perkembangan kota Cimahi.

“Jadi bukan semata menampilkan seni sebagai media hiburan saja, tapi bisa menjadikan sebuah motivasi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Lingkungan, Seni dan Budaya,” tuturnya.

Pertunjukan bercerita adanya seorang gadis bernama Euis yang diberitakan hilang setelah ibunya menyuruh Euis untuk mengambil air di sumber mata air dekat aliran sungai tak jauh dari rumahnya.

Hilangnya gadis itu membuat warga sekitar menduga Euis dibawa “Siluman Munding Dongkol”. Siluman itu diyakini masyarakat merupakan mahluk gaib yang mengiasai aliran sungai di wilayahnya.

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Raih Paramakarya 2017

Gubernur Jawa Barat mendapatkan Penghargaan Produktivitas Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia karena dinilai telah sukses memberikan dukungan dan pembinaan …