Peserta BPJS Kesehatan Cimahi Membludak, Dinkes KBB Upayakan Tingkatkan Pelayanan

Kadinkes Kab Bandung Barat, Dr Pupu Sari Rohayati

Kadinkes Kab Bandung Barat, Dr Pupu Sari Rohayati

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT- Dinas Kesehatan Kab Bandung Barat (KBB) terus berupaya mengatasi problematika pelayanan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Khusus tindakan kuratif atau pengobatan, membludaknya kepesertaan BPJS di Kab Bandung Barat diakui Dinkes belum sepenuhnya diikuti ketersediaan sarana dan prasarana, khususnya pada rumah sakit di daerah setempat.

BACA JUGA:

Peserta BPJS Kesehatan Cimahi Mencapai 1.355.911 Jiwa

Kades Cimareme: Rajin Bayar Iuran BPJS Kesehatan Agar Selalu Sehat

Hal demikian, diakui Kadinkes Kab Bandung Barat, Dr Pupu Sari Rohayati masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dibenahi. Di bagian lain, Pupu memandang positif berbagai upaya BPJS Kesehatan Cimahi yang juga mencakup pelayanan di Kab Bandung Barat, dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya program jaminan sosial kesehatan.

“Jadi, problematika kita saat ini, BPJS bagus sekarang ini hanya ketidakseimbangan antara sarana prasarana dengan akses yang muncul. Semua kalau semua orang memiliki hak untuk mendapat pelayanan yang sama, tetapi rumah sakit masih belum bisa menampung seluruh peserta yang begitu banyaknya secara cepat,” aku Pupu.

Permudah Akses, BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Optimalkan Layanan Pendaftaran Keliling

Namun demikian, pihaknya menegaskan sepenuhnya mendukung program BJPS Kesehatan, dan akan terus mendorong rumah sakit untuk melengkapi sarana dan prasarana kesehatan agar bisa mengimbangi kepesertaan BPJS.

Jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan Cimahi sendiri hingga 30 Juni 2017 sudah sebanyak 1.355.911 jiwa.

”Jadi, kalau misalkan pas antara kebutuhan peserta BPJS dan fasilitas yang cukup, tidak akan ada pasien yang sampai mengantre atau bolak-balik ke rumah sakit,” katanya.

Pupu melanjutkan, selain dalam hal tindakan kuratif, ia mengakui soal perlunya menggencarkan upaya preventif-promotif untuk mencegah masyarakat ke arah pengobatan.

Ia menyebutkan, angka kematian tertinggi saat ini didominasi penyakit tidak menular yang sebenarnya dapat dicegah dengan masyarakat menjaga kesehatan sebaik mungkin.

“Penyakit tidak menular meningkat saat ini. Kebanyakan orang sekarang seperti mengalami kasus stroke atau jantung. Jadi, penyakit tidak menular bisa dicegah dengan masyarakat menjaga kesehatan sebaik mungkin,” imbuhnya. Karena itu, pihaknya juga menyadari pentingnya upaya promotif-preventif.

loading...

Feeds