Kematian Ikan di Waduk Saguling Berlanjut, Petani Resahkan Racun atau Cuaca Ekstrem

Petani ikan di Waduk Saguling mengambil ikan yang mati. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Petani ikan di Waduk Saguling mengambil ikan yang mati. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Kematian ikan di perairan Waduk Saguling hingga saat ini masih berlanjut. Akibatnya, puluhan petani di Kampung Ugrem Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sepekan terakhir ini, salah seorang petani ikan, Ujang Dahlan (43) mengaku, dalam sehari ikan yang mati di tambaknya mencapai 1 ton. Bahkan, dalam kurun waktu 5 hari saja kematian ikan mencapai 7 ton.

Dari modal Rp 100 juta benih ikan, ia mengalami kerugian hingga Rp 95 juta dan hanya mendapatkan Rp 15 juta saja.

“Itu juga dari ikan yang berhasil saya selamatkan. Sisanya mati semua,” ungkapnya.

Dari 20 keramba (kolam) ikan miliknya yang terpasang di atas permukaan aliran Saguling, sekarang hanya tinggal tersisa dua kolam ikan yang isinya ikan patin saja.

Dampak dari kematian ikan tersebut, kata dia,  sisa ikan yang terselamatkan terpaksa dijual murah dengan diecer ke beberapa lapak penjual ikan di pasar maupun warga.

Baca Juga:

Ribuan Liter Oli Tumpah Cemari Perairan Waduk Saguling

Pemkab Bandung Barat Bakal Bangun Alun-Alun Saguling dan Ngamprah

“Saya jual ikan nila Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram. Padahal harga normal ikan di pasaran Rp 18 ribu per kilogramnya. Jelas saya rugi besar,” keluhnya.

Sementara itu petani ikan lainya, Asep Suparya (47), mengaku heran dengan kematian mendadak ikan ditambaknya.

“Ada yang bilang mati keracunan, ada juga yang bilang cuaca ekstrim. Jadi bingung saya juga,” katanya.

Kamis (28/9/2017) malam, Asep terpaksa menjual murah 8 ton ikan miliknya ke lapak ikan di pasar-pasar di Banjaran, Padalarang dan Soreang.

Menurutnya, yang terpenting adalah menyelamatkan ikan miliknya. Dengan terpaksa ia pun sama dengan petani lainnya menjual ikan dengan harga murah.

“Karena takut keburu mati, saya jual murah Rp 14 ribu per kilogram saja padahal saya biasa menjual hingga Rp 20 ribu per kilogram,” ujarnya di lokasi, kemarin.

Sebelumnya, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jawa Barat, telah merilis apa penyebeb kematian ikan di perairan Waduk Saguling.

loading...

Feeds