Cimahi Krisis Lahan Pertanian, Tidak Boleh Ada Alih Fungsi Lagi

Anak-anak Kota Cimahi bermain di pematang sawah. FOTO: Gatot Poedji Utomo/Radar Bandung

Anak-anak Kota Cimahi bermain di pematang sawah. FOTO: Gatot Poedji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Kota Cimahi saat ini hanya mampu memenuhi produksi pertanian sebesar 4% untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Hal itu disebabkan lahan pertanian di Cimahi yang terus menyempit.

Cimahi merupakan kota kecil dengan luas wilayah 48,42 km². Berdasarkan hasil sensus pertanian 2013 lalu, jumlah rumah tangga pertanian (RTP) di Kota Cimahi dalam 10 tahun terakhir berkurang dari 5.355 RTP menjadi 2.798 RTP.

“Itu sangat berdampak terhadap hasil pertanian. Pemkot pun merasakan bahwa lahan di Cimahi memang sangat sedikit untuk memenuhi kebutuhan pangan hanya 4%,” kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Huzen Rachmadi, Kamis (28/9/2017).

Baca Juga:

Targetkan Tanam Satu Juta Hektar Padi, Kementerian Pertanian Bakal Pangkas Dana Perjalanan Dinas dan Seminar

Jawa Barat Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

Dengan kondisi saat ini, lanjut dia, mau tidak mau perlu dilakukan penguatan distribusi kebutuhan pangan.

“Kita menjaga distribusi pangan tidak terkendala, termasuk koordinasi dengan Bulog,” ungkapnya.

Selain itu, upaya lain untuk mempertahankan ketahanan pangan, pihaknya melakukan terobosan bagaimana Kota Cimahi bisa melakukan kemandirian pangan meski dengan lahan yang terbatas.

“Dilakukan kolaborasi melibatkan akademisi, pebisnis, komunitas, dan pemerintah bagaimana mengembangkan diversifikasi pangan,” tuturnya.

Untuk mempertahankan lahan pertanian di Cimahi, lanjut dia, pihaknya menerapkan lahan pertanian abadi sesuai Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ) Kota Cimahi.

Dalam RDTR, ditetapkan adanya lahan pertanian pangan berkelanjutan harus dalam bentuk sawah.

“Harus hijau terus dipertahankan, tidak boleh ada alih fungsi lahan lagi,” ujarnya.

loading...

Feeds