Puluhan Ton Ikan Mati Mendadak di Waduk Saguling, Ini Penyebabnya

Petugas BKIPM Jawa Barat sedang melakukan diagnosa penyebab matinya ikan di Waduk Saguling di laboratorium. (Gatot Pudji)

Petugas BKIPM Jawa Barat sedang melakukan diagnosa penyebab matinya ikan di Waduk Saguling di laboratorium. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Puluhan ton ikan di Waduk Saguling, Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat mati pada 30 Agustus 2017 lalu, diketahui akibat keracunan.

Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jawa Barat, Dedy Arif mengatakan, kematian ikan itu dikarenakan beberapa faktor yaitu, kualitas air yang tidak baik serta racun sisa pakan dan pengaruh cuaca.

“Dari data hasil parameter yang telah di analisa, kualitas air di lokasi budidaya ikan di Waduk Saguling sangat buruk. Sehingga ikan tidak bertahan hidup,” tutur Dedy saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jalan Ciawitali, Cimahi, Rabu (27/9).

Sementara pengaruh dari faktor cuaca, musim kemarau kali ini tergolong cepat, sehingga Ph (derajat keasaman) air sangat tinggi. Padahal, Ph air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ikan secara hidroponik. Selain itu, kandungan amoniaknya pun tergolong tinggi.

“Dari semua parameter kualitas air yang mempengaruhi ikan, amoniak merupakan hal yang paling penting setelah oksigen terutama, dalam tambak intensif dan semi intensif,” terangnya.

Ia mengatakan, amoniak akan menjadi racun bagi ikan jika dibiarkan menumpuk dalam jumlah yang banyak di tambak. Ketika amoniak terakumulasi sampai tingkat beracun, ikan tidak dapat mengekstrak energi pakan secara efisien. “Akhirnya ikan akan lesu, sakit dan mati,” ucapnya.

Ia mengaku, pihaknya telah melakukan pengecekan teradap Ph air di lokasi yang merupakan tempat ikan-ikan tersebut mati. “Kita sudah cek ph-nya hanya 5,3. Arusnya dibawah 5,3. Tidak hanya itu, amoniaknya juga sangat tinggi yaitu 0,1 yang harusnya 0,02. Sehingga mempengaruhi racun yang naik ke permukaan air,” jelasnya.

Dengan adanya kasus kematian ikan ini, BKIPM Jawa Barat menyarankan para peternak budidaya ikan di Waduk Saguling  mengurangi kepadatan ikan per kerambanya serta meninggikan keramba. Apabila jika masih terdapat ikan yang mati, diharapkan untuk segera diangkat agar tidak menular terhadap ikan yang masih hidup.

“Kami sekarang sedang mendiagnosa secara labolatorium apakah ada dugaan penyakit infeksius atau tidak. Sehingga, kita nanti bisa berikan kesimpulan baru, selain dari pengaruh racun di bawah karamba,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds