Waspada Konflik Agraria, Jutaan Bidang Tanah Belum Bersertifikat

Sertifikat bukti kepemilikan tanah. Foto/ilustrasi: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

Sertifikat bukti kepemilikan tanah. Foto/ilustrasi: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jumlah bidang tanah di Jawa Barat mencapai lebih dari 19 juta bidang. Dari jumlah ini baru 7 juta bidang atau 30% lebih bidang tanah yang sudah tersertifikat.

Artinya, jutaan tanah di Jawa Barat belum bersertifikat. Untuk itu, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus meningkatkan jumlah sertifikasi setiap tahunnya.

“Tahun ini ada 800 ribu, tahun depannya lagi harus bertambah jadi 1 juta. Artinya kalau 1 juta (setiap tahun) itu masih 11 tahun lagi. Jadi tahun 2019 itu harus lebih besar lagi target sertifikasinya,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Deddy menyampaikan usai menjadi Pembina Upacara Hari Agraria Nasional Tahun 2017 dan Pencanangan Pekan Olahraga di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 586, Kota Bandung, Senin (25/9/2017).

Baca Juga:

Di Sukabumi, Presiden Jokowi bagi-bagi Sertifikat Tanah. Boleh Diagunkan ke Bank, Asal…

Terkendala Sengketa Pembebasan Lahan, Pembangunan Tol Cisumdawu Terkatung-Katung

“Apa pun akan kita dukung ya (untuk program sertifikasi tanah), tergantung apa yang dibutuhkan oleh ATR/BPN. Saya kira ini (sertifikasi tanah) adalah kepastian hukum di samping ada keuntungan ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik tanah,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Wagub juga berpesan kepada pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat  yang notabene memiliki data-data pertanahan di daerahnya, agar bisa membantu kerja setiap ATR/BPN. Hal tersebut untuk mendorong sertifikasi tanah untuk masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Sehingga betul-betul nanti akan terhindar konflik perselisihan yang tidak perlu,” kata dia.

“Dan juga masyarakat bisa memanfaatkan tanahnya untuk kepentingan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memang harus kita dorong, sehingga akses (masyarakat) kepada lembaga keuangan akan semakin terbuka,” tambahnya.

Hari Agraria Nasional tahun ini mengusung tema “Sertifikasi Tanah dan Penataan Tata Ruang Untuk Kesejahteraan Rakyat.”

loading...

Feeds