Kesal, Dedi Mulyadi Blak-blakan Soal Mahar Rp10 Miliar

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi menyatakan dirinya beberapa kali ditelpon seorang tokoh yang dekat dengan DPP Partai Golkar dimintai uang Rp10 miliar.

Uang itu, disebut Dedi, sebagai mahar mengeluarkan surat rekomendasi penunjukkan dirinya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018.

BACA JUGA:

Golkar Usung Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien, Agung Laksono Minta DPP Panggil Dedi Mulyadi

Ridwan Kamil, Dede Yusuf dan Dedi Mulyadi Duduk Satu Meja Bahas Pilgub Jabar

Hal tersebut disampaikan Dedi dalam orasinya di depan ratusan kader Golkar. Hal tersebut disampaikannya sebagai bentuk kekesalan terkait munculnya SK pengusungan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqin sebagai pasangan Cagub-Cawagub Jabar 2018 oleh DPP partai Golkar.

“‎Kita menapaki proses konsolidasi politik, rapat di DPP kita ikuti. Dari pertama sampai diputuskan (rekomendasi) 1 Agustus 2017. Habis itu hilang,” ungkap Dedi di kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).

Hanura-Golkar Satu Warna, Aceng Fikri Sangat Siap Dampingi Dedi Mulyadi

Awalnya Dedi mengaku bersabar atas permintaan uang tersebut, tetapi tetap merasa gelisah karena begitu kerapnya telepon bernada serupa. “Pak Dedi siap kan? Kalau enggak tidak akan keluar rekomendasinya‎,” ucap Dedi, menirukan permintaan mahar tersebut.

“Dengan tegas dia katakan, kalau anda tidak ‎kasih 10 miliar, jangan menyesal Anda tidak dapatkan apa-apa. Saya katakan tidak apa-apa, besok saya tidak jadi apa-apa juga enggak apa-apa,” sambung Dedi.

Di tengah permintaan itu, Dedi menegaskan orang yang meminta mahar itu bukanlah kader Partai Golkar.  Orang tersebut, hanyalah seorang tokoh masyarakat dari daerah Bogor, yang merasa dekat dengan pengurus pusat Partai Golkar.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds