DPRD Jabar Minta Dinas Kesehatan Perketat Peredaran Obat

Haris Yuliana. Ist

Haris Yuliana. Ist

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terungkapnya peredaran dan penyalahgunaan obat PCC di sejumlah daerah, termasuk di Jabar,  meresahkan masyarakat. Untuk itu, DPRD Jabar meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar dan Dinkes kota/kabupaten se-Jabar untuk lebih memperketat peredaran obat-obatan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Jabar, Haris Yuliana, harus ada upaya Dinkes untuk lebih ketat dalam distribusi obat-obatan, sehingga peredaran obat yang seharusnya ditebus dengan resep tidak bisa dibeli bebas.

“Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap peredaran obat tersebut, termasuk obat-obat lainnya yang dapat disalahgunakan dan berbahaya bagi konsumen,” kata Haris kepada wartawan di Bandung, Senin (25/9/2017).

Haris mengatakan, PCC merupakan jenis Obat golongan keras yang berfungsi menghilangkan rasa sakit otot atau analgetik. Obat ini harus ditebus menggunakan resep dokter.

PCC memiliki kandungan paracetamol, cafein, dan carisoprodol atau dksingkat PCC. Jika diminum dengan jumlah berlebih, obat ini akan menyebabkan halusinasi parah, terutama jika diminum dengan Tramadol yang memiliki efek searah, secara bersamaan.

“Saya sering mendapat laporan, atau sendiri melihat, obat yang harusnya ditebus pakai resep dokter malah beredar bebas. Ini tidak boleh terjadi lagi, karena nantinya akan semakin banyak korban penyalahgunaan obat,” katanya.

Haris mengatakan Dinkes harus memeriksa kembali legalitas peredaran obat-obat tersebut karena berdasarkan sejumlah informasi, PCC dan jenis obat patennya seperti Somadril sudah ditarik oleh BPOM dan dilarang peredarannya di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Penarikan ini akibat obat tersebut sering disalahgunakan dan memiliki banyak efek samping.

“Perhatikan juga perdagangan online, karena bisa saja beredarnya lewat online. Pemerintah harus tingkatkan kemampuan pengawasan di perangkat teknologi informasi. Kita bersama masyarakat harus mengawasi peredaran dan penyalahgunaan obat ini,” tandasnya.

(mun)

loading...

Feeds