Cililin Jadi Tuan Rumah Kemah Budaya

POJOKBANDUNG.com – Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan menjadi tuan rumah kemah budaya yang digelar di Batulayang, Kecamatan Cililin dalam waktu dekat ini.

Kemah budaya tersebut digagas budayawan Jawa Barat yang juga pemerhati budaya Sunda, Acil Bimbo.

Menurut Acil Bimbo, kemah budaya merupakan bagian dari aktualisasi dan rehabitalisasi kecintaan terhadap budaya dan lingkungan.

Kemah budaya bertujuan untuk mengingatkan berbagai pihak akan pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya Sunda yang belakangan ini seperti ditinggalkan masyarakat Sunda.

Baca Juga:

Percaya Diri, Jangan sampai Bangga dengan Budaya Lain

Ketika Seniman, Budayawan dan Musisi Kompak Bangun Kultur Sunda

“Sebetulnya ada hal lain yang akan kami sajikan dalam perhelatan kemah budaya ini yaitu tentang pentingnya peran serta masyarakat adat dalam mempersiapkan ketahanan sosial dalam konteks kekinian. Kaidah adat jangan sampai hilang karena dampak globalisasi,” tutur Acil Bimbo, baru-baru ini.

Dalam kegiatan yang akan dihadiri organisasi dan para aktivis pencinta budaya dan lingkungan serta Pemkab Bandung Barat itu, kata Acil Bimbo, pihaknya juga akan memanfaatkan kegiatan kemah budaya untuk membahas tentang ketahanan sosial dari perspektif adat atau budaya Sunda.

“Kami ingin sosialisasikan tentang bagaimana menjaga alam di mana atitude explorasi alam oleh masyarakat adat harus tetap menjadi panutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Insya Allah Pemda KBB juga sangat respons dengan isu budaya dan lingkungan,” kata pria berambut gondrong itu.

Menurutnya, konsep budaya menjadi jawaban dan solusi untuk memperbaiki tatanan budaya bangsa yang mulai tercerabut.

Baca Juga:

Bandung Punya Kampung Seni dan Budaya Khas Sunda yang Mendunia, Ini Dia

Salut! Demi Budaya Baca, Pak Polisi Ini Ikhlas Buka Perpustakaan Gratis 

“Bahkan saya berani mengatakan, tatanan budaya bangsa ini sudah mulai tercerabut. Misalkan saja, masalah masuknya narkoba hingga 10 ton ke Indonesia dan dijadikan marketnya, berarti ini ada market yang lemah, juga kasus korupsi yang tak kunjung selesai,” ungkapnya.

Maka itu, sebut Acil, konsep Bung Karno soal kepribadian nasional penting untuk bangsa ini.

“Secara karakter dan mental bangsa ini rapuh, sehingga potensi yang ada tertutup dalam 72 tahun Indonesia merdeka,” sebutnya.

(bie)

loading...

Feeds