Polisi Tetapkan Empat Tersangka Terkait Pil PCC, Bisa Terancam Hukuman Mati

Rumah di Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, digeledah Bareskrim Polri. (Gatot Pudji)

Rumah di Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, digeledah Bareskrim Polri. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG Pos.com – Polisi menetapkan empat tersangka terkait diamankannya jutaan pil PCC (Paracetamol, Caffein dan Carisofrodol) di empat lokasi berbeda di wilayah Jawa.

“Itu hasil kegiatan tim gabungan, penggeledahan yang dilakukan di Bekasi, Cimahi, Purwokerto dan Surabaya,” kata Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (22/9/2017).

BACA JUGA:

Cerita Tetangga Soal Keseharian Pemilik Rumah di Cimahi yang Simpan 4 Ton Bahan PCC

Ini Cara Kerja Obat PCC dalam Merusak Saraf Otak, Mengerikan!

Polisi tidak hanya menetapkan empat tersangka dari hasil penggeledahan di beberapa tempat, tapi juga mengamankan tiga saksi yakni penjaga gudang.

“Empat orang menjadi tersangka dan tiga orang lainnya sebagai saksi,” jelasnya.

Menurut Eko, penggeledahan tersebut dilakukan sesuai anjuran Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencegah terjadinya peredaran bebas pil PCC.

“Menindaklanjuti anjuran Kapolri, untuk mencegah peredaran obak keras berbahaya pil PCC,” tandasnya.

BACA JUGA:

Heboh Obat PCC, Polisi Geledah Apotek di Cimahi. Hasilnya…

Warga Cimahi Terkejut! Disangka Gudang Mebel, Eh Pas Digeledah Polisi Temukan 4 Ton Bahan PCC

Saat ini kata Eko, jutaan pil PCC tersebut kini berada di Ditipidnarkoba Bareskrim Polri di Cawang, Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Barang bukti tersebut dibawa ke kantor Ditipidnarkoba Bareskrim Polri di Cawang, Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepolisian terus mengusut tuntas kasus peredaran obat ilegal tersebut. Bahkan Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan, pelaku peredaran obat keras itu bisa dijatuhi hukuman mati.

loading...

Feeds