Pasteur Bakal Macet Parah, Pelaksana Proyek Harus Cepat Tanggap

Suasana kemacetan akhir pekan di jembatan layang Pasupati Bandung. FOTO ILUSTRASI: RAMDHANI/RADAR BANDUNG

Suasana kemacetan akhir pekan di jembatan layang Pasupati Bandung. FOTO ILUSTRASI: RAMDHANI/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembongkaran dan penggalian lahan dalam proyek revitalisasi box culvert atau gorong-gorong di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur) sudah mulai dilakukan tahap pembongkaran oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Bandung.

Terkait dampak kemacetan, salah seorang warga Kota Bandung, Taufiq Hidayat Prawirakusumah (51), memberikan tanggapan. Menurutnya, pelaksana proyek harus menyadari bahwa jalur itu merupakan salah satu akses utama masuk ke Kota Bandung.

Karenanya, kata Taufik, pelaksana proyek harus menghitung cermat dan bekerja cepat tanggap, jangan hanya  mengacu kepada target waktu pelaksanaan proyek semata.

Baca Juga:

Ini Penyebab Banjir Besar Pasteur Versi Ridwan Kamil

Banjir yang Melanda Pasteur Mengakibatkan Kerugian Rp 16 M

“Contohnya, tanah galian di tempat itu harus dihitung cermat, mana yang akan digunakan lagi, dan mana yang harus dibuang duluan,” ujar Taufik, yang juga Ketua Ormas Buahbatu Corps (BBC) Sutan, kepada Radar Bandung, Selasa (19/9)

Menurut Taufik, biasanya pembuangan tanah yang tak terpakai itu dikerjakan pelaksana proyek jelang finishing (proyek).

“Biasanya pelaksana itu kan suka nyantai, yang penting kerja sesuai target waktu. Nah karena sudah tahu itu (kawasan Pasteur) jalur padat, mereka harus bekerja cepat tanggap, tanah yang tidak terpakai langsung diangkut saja, jangan dibiarkan menumpuk di kawasan itu,” tandasnya.

Pembangunan gorong-gorong di Jalan Dr. Djundjunan itu memang sudah direncanakan setahun sebelumnya sebagai respons atas kejadian banjir parah di kawasan itu. 

loading...

Feeds