Ini Cara Kerja Obat PCC dalam Merusak Saraf Otak, Mengerikan!

Rumah di Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi di police line setelah di lakukan penggeledahan oleh Bareskrim Polri. (Gatot Pudji)

Rumah di Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi di police line setelah di lakukan penggeledahan oleh Bareskrim Polri. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com – Publik tanah air digemparkan dengan beredarnya obat mengandung PCC (Paracetamol, Caffein, dan Carisoprodol). Terbaru, digerebeknya sebuah rumah di Cimahi, yang menyimpan berton-ton bahan diduga obat PCC.

Dari namanya, kandungan dalam PCC terdengar tidak asing. Misalnya Paracetamol yang biasa terkandung dalam obat-obat di warung. Masalahnya, kenapa PCC menjadi berbahaya?

Sebagaimana namanya, obat PCC merupakan obat yang terdiri dari tiga campuran zat kimia, yaitu Paracetamol, Caffein, dan Carisoprodol. Nah, ketiga zat ini jika dicampur dampaknya sangat berbahaya, bahkan bisa memicu kematian.

Dari tiga zat tersebut, Carisoprodol ialah obat yang sudah dilarang di Indonesia, karena efeknya yang keras. Carisoprodol termasuk jenis obat muscle relaxer atau obat yang membuat relaks otot yang memotong rasa sakit yang mengalir dari saraf ke otak di kepala.

Baca Juga:

Pengakuan Warga Soal Keseharian Pemilik Rumah di Cimahi yang Simpan 4 Ton Bahan PCC

Digerebek, Rumah di Cimahi Ini Simpan 4 Ton Bahan Campuran Diduga untuk PCC

Carisoprodol digunakan bersama untuk terapi fisik seperti otot dan tulang, misalnya pada cedera.

Mengonsumsi Carisoprodol dapat menyebabkan ketergantungan. Karena, obat ini tidak dijual bebas dan hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Jika diminum bersama alkohol, obat ini akan membuat merasakan kantuk yang amat parah hingga rasa pusing.

Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Sabtu (16/9) ada beberapa efek samping yang dapat muncul dari konsumsi Carisoprodol. Cara kerjanya bisa merusak susunan saraf otak.

Lalu bagaimana jika PCC yang terdiri dari tiga kandungan zat itu dikonsumsi secara bersamaan?

Jika seseorang mencampur dan mengonsumsi ketiga obat ini secara bersamaan sebagaimana obat PCC, maka efek masing-masing obat akan saling bekerja sama. Obat PCC pada akhirnya merusak susunan saraf pusat di otak.

Perwujudan kerusakan saraf pusat otak bisa beragam, namun obat PCC secara spesifik memunculkan efek halusinasi yang tampak pada beberapa korban. Hal itulah yang dialami pada para korban di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Perubahan mood yang signifikan juga sering terjadi. Begitu juga dengan gangguan perilaku dan emosi juga dapat terjadi pada pengguna obat PCC.

loading...

Feeds