Digerebek, Rumah di Cimahi Ini Simpan 4 Ton Bahan Campuran Diduga untuk PCC

Rumah di Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi di police line setelah di lakukan penggeledahan oleh Bareskrim Polri. (Gatot Pudji)

Rumah di Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi di police line setelah di lakukan penggeledahan oleh Bareskrim Polri. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Warga Kampung Kihapit Timur RT 9/20 Kel Leuwigajah Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi, dikagetkan dengan obat jenis paracetamol caffein carisoprodol (PCC) yang diduga beredar di wilayahnya.

Itu setelah, sebuah rumah di kampung tersebut menjadi tempat penyimpanan bahan-bahan obat terlarang yang diduga merupakan bahan dasar dari PCC.

Sekitar pukul 14.00 Wib, Senin (18/9), rumah di kampung tersebut didatangi anggota Badan Reserse Kriminal Polri.

Dalam penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti sebanyak 4 ton serbuk dari tiga jenis bahan, yakni tramidol, caffein dan trihex serta alat penyaring, alat pemisah dan alat pencampur serbuk.

“Kami akan lakukan penyelidikan kasus ini lebih dalam agar diketahui kejelasannya,” kata Wadir Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Kombes Pol John Turman Panjaitan, di lokasi penggeledahan.

Ia menerangkan, saat dilakukan penggerebekan, kondisi gudang dalam keadaan sepi dan tidak ada orang. Sehingga terkait siapa pemilik barang-barang itu, pihaknya masih akan melakukan pendalaman.

“Mesin dan pabriknya tidak ada, hanya tempat penyimpanan saja,” ungkapnya.

Ia mengatakan, barang bukti yang didapati, merupakan barang yang dilarang Departemen Kesehatan. Akan tetapi, apakah bahan baku terkait dengan PCC pihaknya masih akan mendalaminya.

Keberadaan barang-barang tersebut melanggar pasal 197 Undang-Undang 36 tahun 2009 tentang kesehatan.”Sekarang barang buktinya dibawa ke Mabes Polri,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds