Situ Cileunca Terancam Kering, Kemarau Diprediksi sampai November

PDAM

PDAM

POJOKBANDUNG.com – Sumber air baku Kota Bandung di Turbin PLN Situ Cileunca berkurang. Kekeringan diprediksi bisa mencapai akhir Oktober dan awal November.

“Makin lama sedimentasi (pendangkalan) Situ Cileunca semakin tinggi, sehingga kapasitas Situ Cileunca juga semakin berkurang,” ujar Direktur Air Minum (Diram) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Bandung, Rachmawati Rachman, kepada wartawan, Kamis (14/9/2017).

Rachmawati Rachman mengatakan, aktivitas penggerakan turbin di Situ Cileunca saat awal Agustus mengalami selama 6 jam. September ini matinya 14 jam.

Belum lagi alih fungsi lahan yang dilakukan warga. Menurut Rachmawati Rachman, ketika sedimentasi meningkat, tanah padat semakin luas, warga memanfaatkannya dengan bercocok tanam.

“Bagi warga sendiri, hal itu mungkin lebih menguntungkan. Namun bagi kelangsungan dan ketersediaan air, itu tidak baik,” terangnya.

Hal ini berimbas pada berkurangnya debet air yang bisa dimanfaatkan PDAM hanya 400 liter per detik. Padahal, sebelumnya debit air yang dihasilkan mencapai 18.000 liter per detik.

“Sehingga aliran air yang bisa kita manfaatkan juga sedikit,” tambahnya.

Akibatnya, sekitar 40 persen dari 161.668 ribu pelanggan PDAM terganggu. Pasokan air digilir, kuantitas air yang mengalir semakin terbatas. Yang awalnya mungkin ada aliran air selama 12 jam, sekarang hanya 10 jam.

“Namun, yang dapat kami pastikan, kualitas airnya, tetap bagus,” kata Titi.

Sebenarnya, kondisi seperti ini pernah dialami pada 2015 lalu. Karenanya, kata Rachmawati Rachman, agar tidak semakin buruk kondisinya, harus segera dilakukan langkah penanggulangan.

loading...

Feeds

Selamat Datang Lagi, Spaso

Ada pemain yang patut ditunggu performanya dalam pertandingan Persib Bandung kontra Bhayangkara FC, Minggu (24/9) pukul 15.00 Wib.