Rakernas Saudagar Muhamadiyah Bahas Dakwah Ekonomi di Bandung

Logo Muhammadiyah (wallpapermuhammadiyah.blogspot.co.id)

Logo Muhammadiyah (wallpapermuhammadiyah.blogspot.co.id)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hambatan pengusaha dalam memajukan bisnisnya adalah minimnya jaringan dan terbatasnya pengetahuan akses keuangan.

Solusi dari permasalahan tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (Rakernas Mek) dan silaturahim Nasional Jaringan Saudagar Muhamadiyah (Silakna JSM), di bidakara Grand Savoy Homann, Rabu (13/9/2017).

Ketua Pelaksana, Indra Nur Fauzi menjelaskan, kegiatan ini merupakan hajatan akbar Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan sektor ekonomi sebagai pilar ketiga dakwah Muhammadiyah yang sudah diputuskan dalam Muktamar ke-45 di Makassar dua tahun lalu.

“Acara akan berlangsung sampai Jumat (15/9/2017) dengan dua agenda utama,” katanya.

Baca Juga:

Film “Kau Adalah Aku yang Lain”, Dikecam MUI Disesalkan Muhammadiyah

Beda Sikap NU dan Muhammadiyah Soal Sekolah Lima Hari, Presiden Diminta Tegas

Agenda pertama diisi sharing bisnis antar saudagar di berbagai sektor usaha. Sekitar 500 peserta yang hadir berkesempatan menggali informasi kepada pengusaha besar di antaranya Sutrisno Bachir (Ketua KEIN), Donni Oskaria (CEO Trans Grup) dan Agus Nuruddin (Managing Director Nielsen Indonesia).

Agenda kedua, acara akan dibuka oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, membahas sejumlah program strategis Muhammadiyah di bidang ekonomi. Di antaranya, membangun Muhammadiyah Tower, Badan Usaha Milik Muhammadiyah dan Lembaga Halal.

“Muhammadiyah berkomitmen menjadikan sektor ekonomi sebagai agenda dakwah prioritas. Pasalnya, angka kemiskinan masih tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga:

PP Muhammadiyah Minta Semua Penyidik Polisi Ditarik dari KPK

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tutup Starbucks

Optimisme dari JSM beralasan, mengingat jaringan saudagar di bawah Muhammadiyah sudah tersebar lebih dari 40.000 jaringan secara nasional dan tiga juta anggota, gabungan pengusaha skala kecil dan besar.

Dari jumlah itu, Provinsi Jabar berkontribusi sekitar 15 persen secara nasional.

“Jaringan saudagar bersifat inklusif. Tidak harus konteks kelembagaan formal. Sektor perdagangannya variatif, perdagangan, tekstil, meubel, olahan dll,” ucapnya.

(bbb)

loading...

Feeds

Wanoja Dukung Hasanah di Pilgub Jabar

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan (Kang Anton) melakukan silaturahmi dengan Komunitas Wanita Anti Narkoba dan …

Alhamdulillah, Imlek di Bandung Aman

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto memantau kegiatan perayaan Imlek di Vihara dan Klenteng di kawasan Jalan Cibadak …

Waduh! Persib Masih Lemah Penguasaan Bola

Skuat Maung Bandung kembali menggelar latihan. Para penggawa Pangeran Biru itu mencoba skema menyerang. Setiap pemain menerapkan variasi serangan, mulai …

Libur Imlek, Berbondong-Bondong Keluar Bandung

Sebanyak 36.814 kendaraan tinggalkan Kota Bandung pada Jumat (16/2). Sedangkan jumlah kendaraan yang memasuki Kota Bandung hanya berjumlah 30.375 kendaraan …