Dua Minggu sebelum Celaka, Pahlawan Pemadam Api Trisna Supriatna Baru Dikaruniai Bayi

Prosesi penyerahan jenazah Tisna Supriatna kepada keluarga di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Bandung. Foto: Taufik Hidayat

Prosesi penyerahan jenazah Tisna Supriatna kepada keluarga di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Bandung. Foto: Taufik Hidayat

PANTANG pulang sebelum padam. Itulah moto pemadam kebakaran. Di balik moto itu nyawa sebagai taruhan, seperti yang menimpa Trisna Supriatna (34), petugas pemadam kebakaran Kota Bandung.

———————————-

Asep Rahmat, Bandung

———————————-

Terik matahari tak menyurutkan langkah prosesi penyerahan jenazah Tisna Supriatna kepada keluarga. Prosesi haru itu dilakukan di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Jalan Sukabumi, Bandung, Senin (11/9/2017). Dihadiri ratusan petugas DPKPB serta pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung.

Sebelumnya, almarhum Trisna Supriatna yang gugur dalam tugas memadamkan kebakaran disalatkan di masjid yang berdampingan dengan kantor DPKPB Bandung, diimami Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

Pihak keluarga yang datang ke kantor DPKPB Kota Bandung tak kuasa membendung tangis. Mereka duka karena orang terkasih gugur di medan tugas. Trisna tertimpa reruntuhan bangunan sebuah pabrik yang berkobar.

Bukan hanya keluarga yang merasa kehilangan, rekan kerja pun turut meneteskan air mata. Tak terkecuali pimpinan DPKPB Kota Bandung, Ferdy Ligaswara.

Jenazah lalu dinaikkan ke mobil ambulans untuk dibawa ke pemakaman di Kabupaten Garut. Suasana haru di Kantor DPKPB pecah oleh raungan sirene. Trisna mendapat penghormatan terakhir.

Kepala DPKPB Kota Bandung, Ferdy Ligaswara menyampaikan rasa hormat sebesar-besarnya atas dedikasi dan pengabdian mulia yang sudah dilakukan almarhum.

Baca Juga: Petugas Damkar Bandung Gugur Tertimpa Beton yang Terbakar

Tak banyak yang bisa Ferdy lakukan atas musibah itu. Ia sadari, sebagai petugas pemadam kebakaran resiko yang harus diambil adalah mempertaruhkan nyawa.

“Anggota kami berada di lingkaran maut yang tidak hanya berurusan dengan api tapi juga urusan kebencanaan lain. Saya pribadi memberikan saya hormat atas jasa-jasa almarhum,” jelas Ferdy.

Trisna merupakan sosok anggota yang dicintai rekan-rekannya. Ia memiliki jiwa seorang pemimpin, bersifat herorik sekaligus humoris. Ia juga selalu menginspirasi rekan-rekannya ketika bekerja di lapangan.

“Saya tahu persis almarhum. Saya lihat keseharian almarhum saat latihan, dalam penyelamatan, bahkan aksi heroik ketika melakukan penyelamatan,” imbuhnya.

Tisna Supriatna gugur saat menjinakkan kobaran api di CV. Sandang Sari, Jalan AH Nasution, Bandung, Senin (11/9/2017). Saat itu, almarhum berinisiatif melakukan pemblokiran di titik api supaya tidak merembet ke pemukiman penduduk.

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …