Sudah Nyaris 30 Tahun Warga di Pangalengan Ini Selalu Berebut MCK Setiap Harinya

Rumah di Kampung Srikandi, Desa Wanasuka, Kec Pangalengan, Kab Bandung kekurangan fasilitas MCK. (Baihaqi)

Rumah di Kampung Srikandi, Desa Wanasuka, Kec Pangalengan, Kab Bandung kekurangan fasilitas MCK. (Baihaqi)

POJOKBANDUNG.com, PANGALENGAN- Sebagian rumah di Kampung Srikandi, Desa Wanasuka, Kec Pangalengan, Kab Bandung belum dilengkapi fasilitas sanitasi tempat mandi dan MCK.

Akibatnya, warga setempat terpaksa memakai MCK umum dan saluran air untuk mandi maupun mencuci. Mereka pun terpaksa bergantian untuk memakai fasilitas satu-satunya kamar mandi yang tersedia di kampung itu.

Salah seorang warga di RW 02 Kampung Srikandi‎, Nanang (46) mengakui sebagian besar warga di daerahnya mesti rela antre bergantian di waktu tertentu seperti pagi dan sore hari lantaran kondisi MCK umum hanya memiliki delapan ruang kamar mandi, dan yang berfungsi hanya enam saja.

‎”Memang tidak mempunyai kamar mandi karena kami tidak memiliki biaya untuk mendirikan kamar mandi dan septic tank. Jadi kami memanfaatkan MCK umum,” ungkap Nanang, Minggu (10/9).

Ia mengutarakan, kondisi tersebut sudah berlangsung selama nyaris 30 tahun.

Kepala RW 02 Kampung Srikandi, Desa Wanasuka, Aep Suherman mengatakan, penduduk di RW-nya sebanyak 228 KK yang menempati 214 rumah.

Aep menyebut ‎ 214 rumah itu hibah PTPN 8 Malabar karena hampir seluruh pemilik rumah merupakan pekerja petani yang berkebun di perusahaan tersebut.

Ia mengungkapkan alasan warganya tak mendirikan fasilitas kamar mandi karena keterbatasan biaya. Disamping itu, permasalahan akses dari Desa Wanasuka menuju pusat Kecamatan Pangalengan yang cukup jauh.

“Keterbatasan biaya karena sebagian besar mata pencaharian kami adalah peternak dan petani yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-sehari,” ujarnya.

Aep mengatakan tahun ini PTPN dan Pemkab Bandung menjanjikan penambahan fasilitas kamar mandi. Untuk itu ia berharap pemerintah setempat dapat segera merealisasikannya.

“Rumah yang memiliki MCK  mulai ada sejak tahun 2000-an berjumlah 80 rumah saja. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah supaya mau memberikan penambahan kembali MCK,” tandasnya.

(kim)

loading...

Feeds