Di Sukabumi, Presiden Jokowi bagi-bagi Sertifikat Tanah. Boleh Diagunkan ke Bank, Asal…

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo di Sukabumi

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo di Sukabumi

POJOKBANDUNG.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kepemilikan sertifikat tanah.

Selain sebagai bukti hak kepemilikan secara hukum, sertifikat bisa mencegah terjadinya sengketa tanah yang marak terjadi saat ini.

“Ini adalah tanda bukti hukum kepemilikan hak atas tanah. Kalau sudah pegang ini (sertifikat) udah tenang. Kalau ada orang yang macem-macem nggak bisa lagi,” ujar Jokowi, dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat se-Sukabumi di Lapangan Soetadi Secapa Polri, Kota Sukabumi, Kamis (31/8/2017).

Baca Juga:

Deddy Mizwar Nggak Percaya Daging Domba Bikin Darah Tinggi

Daging Kambing Beresiko Darah Tinggi, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Medisnya

Fix! Gubernur Aher Dampingi Presiden Jokowi

Jokowi juga mengingatkan masyarakat agar menjaga baik-baik sertifikat tersebut dengan cara diplastik dan difotokopi.

Selain itu, dia membolehkan masyarakat memanfaatkan sertifikat tanah tersebut sebagai agunan ke bank, namun dengan syarat-syarat tertentu. Misal diagunkan untuk modal usaha atau hal-hal produktif lainnya.

“Banyak yang ingin menjadikan (sertifikat tanah) sebagai agunan. Nggak apa-apa. Mau pinjam ke bank dengan ini (sertifikat tanah) nggak apa-apa,” pesan Jokowi.

“Tapi ingat, saya titip kalau ingin pinjam uang di bank itu dihitung. Dikalkulasi, bisa ngangsur nggak, bisa mencicil setiap bulan bunganya nggak. Hati-hati jangan sampai sertifikatnya sudah jadi, diagunkan ke bank, nggak bisa bayar, sertifikatnya hilang. Hati-hati!”

Dalam kunjungan kerjanya ke Sukabumi kali ini, usai acara penyerahan sertifikat, Presiden Jokowi langsung menuju SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Pada kesempatan ini Jokowi menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan serta Kartu Indonesia Pintar kepada warga Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Ada 1.211 siswa menerima KIP pada kesempatan ini. Dengan rincian untuk jenjang SD sebanyak 391 siswa, SMP (207 siswa), SMA (185 siswa), SMK (222 siswa), dan Peserta Kesetaraan Paket A, B, dan C sebanyak 206 siswa. Sementara penerima PKH sebanyak 18 orang kepala keluarga.

Tahun ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang menggelontorkan anggaran hingga Rp 7 Triliun untuk program sertifikasi tanah di seluruh tanah air.

Targetnya pada 2017 ini Pemerintah bisa membuat 5 juta sertifikat dan diharapkan meningkat hingga 7 juta sertifikat tahun depan, 9 juta tahun 2019, dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

(men/pojokbandung)

loading...

Feeds