Akses Modal Melalui Sertifikat Tanah di Jabar Capai Rp 92,1 Triliun

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo di Sukabumi

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo di Sukabumi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemanfaatan akses modal melalui agunan sertifikat tanah di Jawa Barat (Jabar) cukup tinggi. Hingga Agustus 2017 ini, pinjaman modal yang digulirkan untuk masyarakat Jabar mencapai Rp 92,1 Triliun.

Hal ini terungkap dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat se-Sukabumi di Lapangan Soetadi Secapa Polri, Kota Sukabumi, Kamis (31/8/17).

Di acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan secara langsung sertifikat tanah secara simbolis kepada 12 orang perwakilan warga dari 4.895 peneriman sertifikat yang hadir.

Baca Juga:

Deddy Mizwar Nggak Percaya Daging Domba Bikin Darah Tinggi

Daging Kambing Beresiko Darah Tinggi, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Medisnya

Fix! Gubernur Aher Dampingi Presiden Jokowi

Penting! Mulai Hari Ini, 3 Gerbang Tol Purbaleunyi Hanya Melayani NonTunai

Total ada 5.500 sertifikat tanah akan diberikan kepada warga Kabupaten dan Kota Sukabumi pada tahun ini.

Gubernur Aher pun memberikan apresiasi atas pemberian sertifikat yang kali ini diberikan kepada warga di tanah kelahirannya.

Menurut Aher, sertifikat tanah punya peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional secara menyeluruh.

“Diharapkan bersama seluruh kegiatan yang diawali dengan penyerahan sertifikat tanah, penyerahan Program Keluarga Harapan, dan juga penyerahan Kartu Indonesia Pintar kepada para pelajar dapat berjalan dengan lancar, serta memberi manfaat yang sebesar-besarnya terutama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Aher.

Kemiskinan masih menjadi Pekerjaan Rumah, baik pemerintahan daerah maupun pusat. Di Jabar sendiri, dari total jumlah penduduk 43,37 juta jiwa yang tersebar di 27 kabupaten/kota, kata Aher jumlah penduduk miskin mencapai 8,77% dari total jumlah penduduk. Namun, data ini menurun dibanding 2015 di angka 9,4%.

loading...

Feeds