Pedagang Sembako di Kab Bandung Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher

Toko sembako lokasi ditemukannya korban di Desa Pameuntasan, Kec Kutawaringin, Kab Bandung, Minggu (20/8).

Toko sembako lokasi ditemukannya korban di Desa Pameuntasan, Kec Kutawaringin, Kab Bandung, Minggu (20/8).

POJOKBANDUNG.com, KUTAWARINGIN – Seorang pedagang Sembako di Desa Pameuntasan, Kec Kutawaringin, Kab Bandung ditemukan tewas mengenaskan dengan posisi tergeletak di lantai toko Minggu (20/8).

Korban yang diketahui bernama Dul Asmin (20) ini diduga menjadi korban pembunuhan.

BACA JUGA:

Ngeri, Beredar Foto Perawat Berpose di Depan Korban Pembunuhan yang Berlumuran Darah

Tragis! Dua Gadis Cantik Ini Tewas Usai Pesta Miras

Kali pertama, korban ditemukan tewas oleh saudaranya, Muhammad Luay (25), sekitar pukul 09.00 Wib.

Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik mengatakan, saksi mata melihat keganjilan saat datang di toko milik korban. Ia melihat kondisi rolling door dengan posisi sedikit terbuka saat mengetuknya.

Ini Kronologi Tewasnya Saksi Kunci Korupsi E-KTP di AS

“Saksi mata curiga dan masuk lalu melihat korban tergeletak berlumuran darah,” kata Firman di lokasi kejadian.

‎‎”Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sartika Asih, Kota Bandung untuk proses otopsi. Dibagian tubuh korban kami menemukan luka sayatan di leher luka tusuk di bagian dada serta kaki,” terangnya.

Namun, ia belum memastikan korban tewas lantaran dibunuh karena masih harus menunggu hasil otopsi. ‎”Dari keterangan sementara pemilik toko, uang dalam toko tidak hilang, yang hilang handphone. Belum bisa memastikan,” tegasnya.

‎Disinggung soal kejahatan terkait perampokan, Firman mengatakan kondisi rolling door atau pintu toko tak mengalami kerusakan. Selain itu, warga sekitar tidak mendengar kegaduhan atau suara keributan apapun sebelumnya. “Tetangga terakhir bertemu sekitar jam 10 malam,” ujar Firman.

Tetangga korban, Eko mengatakan korban orang yang baik serta ramah dengan tetangga. Karena itu, ia merasa heran dengan kejadian ini. “Semalam saya bertemu korban dan meminta dibangunkan pukul 6 untuk mencuci pakaian,” tandasnya.

(kim)

loading...

Feeds