Soal Koalisi Pilgub Jabar dengan Gerindra-PKS, PAN Mikir-Mikir Dulu!

Deddy Mizwar (kiri), Ahmad Syaikhu (kanan). (Pojokjabar)

Deddy Mizwar (kiri), Ahmad Syaikhu (kanan). (Pojokjabar)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Partai Amanat Nasional (PAN) berpikir ulang jika harus bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS yang sudah resmi mengusung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu pada Pilgub Jabar 2018.

PAN menilai kontestasi Pilgub Jabar 2018 akan rawan konflik jika hanya diikuti dua pasangan calon.

BACA JUGA:

Sebaiknya Gerindra-PKS Rangkul Demokrat dan PAN di Pilgub Jabar, Ini Saran Pengamat

Bersedia Jadi Kader, Deddy Mizwar Resmi Diusung Gerindra di Pilgub Jabar

Dengan begitu, Plt. Ketua DPD PAN Jabar Hasbulloh Rahmad mengatakan, tengah memperhitungkan membentuk poros baru agar Pilgub diikuti tiga pasangan calon. Namun gagasan itu tetap bergantung pada keputusan resmi pengurus pusatnya.

PDIP Tak Gentar Hadapi Gebrakan Gerindra-PKS yang Usung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu

“Kita masih menunggu instruksi resmi DPP soal arah koalisi. Sekarang sudah ada paket PDIP-Golkar dan Gerindra-PKS, di luar itu kan masih ada PKB, PPP, Demokrat, dan Hanura,” papar Hasbulloh, kepada wartawan, Jumat (18/8/2017).

Pilgub Jabar: PKS Sebut Semua Kader Setuju Duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu

Ia mengakui, partainya masih berpeluang berkoalisi dengan PDIP-Golkar maupun Gerindra-PKS. Namun, dengan sisa partai yang ada, tidak mustahil PAN membentuk poros baru, terlebih kuota kursi syarat pembentukan koalisi partai masih sangat memungkinkan.

“Kita tidak ingin Pilgub Jabar sama seperti Pilkada DKI. Dengan (minimal) tiga pasangan (di Pilgub Jabar), itu akan lebih smooth (damai) dan semarak,” katanya.

Dengan demikian, partainya akan terus mengintensifkan komunikasi politik, khususnya dengan partai-partai yang belum menyatakan berkoalisi.

Adapun Partai Hanura, Nasdem, PPP dan PKB, hingga kini belum mencapai kesepakatan untuk membentuk poros baru, meski Hanura sudah mencoba melakukan penjajakan.

“Masih cair dan tidak kaku, tapi yang pasti kami masih menunggu keputusan resmi dari DPP,” tegas Hasbulloh.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds