PP Muhammadiyah Minta Semua Penyidik Polisi Ditarik dari KPK

POJOKBANDUNG.com – Dugaan konflik kepentingan di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeruak seiring mencuatnya dugaan adanya penyusup di tubuh KPK.

Hal itu mengundang reaksi sejumlah pihak. Salah satunya Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan komitmen pemberantasan korupsi di KPK harus tetap dijaga.

Setidaknya dengan cara menarik semua penyidik polisi atau pegawai struktural di komisi antirasuah yang berasal dari institusi lain.

“Pejabat atau penyidik kepolisian yang bertugas di KPK bisa ditarik kembali untuk bekerja di Densus Tipikor,” ungkapnya kepada Jawa Pos, Rabu (16/8/2017).

Baca Juga:

Dikhawatirkan Tak Bisa Kerja Lagi di KPK, Ini Jawaban Tegas Novel Baswedan

DPR “Cemburu” KPK Selalu Dibela, Jawaban Mahfud MD Bikin Menohok 

Permintaan Dahnil menyusul adanya dugaan “penyusup” di internal KPK. Para penyidik atau pegawai KPK “titipan” itu diduga membawa misi memata-matai komisi antirasuah dari dalam.

Dugaan lain, ada pegawai yang sengaja ditugasi untuk membocorkan informasi penanganan kasus korupsi. Meski belum terungkap secara pasti siapa oknum penyidik dan pejabat KPK yang dimaksud, sejumlah pihak menuding adanya keterlibatan Polri.

Karena itu, Dahnil berharap KPK segera bergerak dengan melakukan rekrutmen penyidik dan pejabat baru untuk mengisi kekosongan itu nantinya.

“Harus cari (penyidik dan pejabat) yang murni independen, bukan berasal dari institusi hukum lain,” tuturnya.

Selain itu, katanya, penarikan penyidik dan pejabat kepolisian dari KPK sejatinya bisa memaksimalkan pemberantasan korupsi yang akan dilakukan Densus Tipikor bentukan Polri.

loading...

Feeds