Walah, Ongkos Warga Cihawuk Urus Administrasi Membengkak sampai Rp200 Ribu

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintahan Desa di wilayah perbatasan Kab Bandung mendesak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) memberi pelayanan terhadap desa yang memiliki jarak jauh dengan pusat pemerintahan Kab Bandung.

Salah satunya, ‎Desa  Cihawuk, Kec Kertasari. Untuk menempuh pusat pemerintahan, warga harus bersusah payah menempuh jarak mencapai 52 kilometer.

Kepala Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari, Aef Saefuloh mengatakan, banyak warganya yang mengeluhkan jarak yang cukup jauh saat mengurusi adminstrasi di Disdukcapil, Soreang, Kab Bandung.

Pihaknya pun sudah beberapa kali meminta Pemkab namun permintaan yang telah disetujui belum terwujud. “‎Sudah beberapa kali meminta kepada untuk diadakan pelayanan di daerah kami. Untuk biaya operasional ke Kecamatan Kertasari masyarakat hanya akan menghabiskan biaya operasional paling sedikit Rp 20.000. Sedangkan untuk menuju Soreang warga harus mengeluarkan Rp 200.000,” kata Aef.

Tidak hanya itu, Aef mengaku sudah beberapa kali mengundang Disdukcapil dan mendatangi Kantor Disdukcapil. Bahkan berbicara via telepon. ‎”Harus mengajukan surat permohonan. Apakah permohonan lisan kami tidak dianggap, itu kan aspirasi dan keluhan rakyat Kabupaten Bandung. Saya mohon tolong diperhatikan,” kata Aef.

Terpisah, Kepala Desa Arjasari, Rosiman menyatakan hal senada. Ia mengaku biaya Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) memang digratiskan dan ditanggung pemerintah. Namun, dibalik itu masyarakat harus mengeluarkan biaya operasional yang lumayan besar.

‎”Masalah ini telah saya kritisi dan saya ajukan kepada Pemkab Bandung. Tetapi sayangnya belum ada penyelesaiannya,” keluhnya.

loading...

Feeds