September Kab Bandung Memasuki Puncak Kemarau, Ini Saran buat Petani

Pemkab Bandung meminta para petani beralih komoditas begitu memasuki musim kemarau. (Hakim Baihaqi)

Pemkab Bandung meminta para petani beralih komoditas begitu memasuki musim kemarau. (Hakim Baihaqi)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG- Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung September, Pemkab Bandung pun sudah mulai antisipasi dampak yang bakal ditimbulkan. Salah satunya ‎ menyiagakan pompa air.

Pemkab mengaku belum menerima laporan masyarakat mengenai kekeringan lahan di wilayah Kab Bandung.

BACA JUGA:

5 Kecamatan di Kab Bandung Kesulitan Air Bersih, Ini Penjelasan PDAM

Tuna Wisma Gangguan Jiwa Dievakuasi, Sempat Ditolak Puskesmas‎

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kab Bandung, Ina Dewi Kania mengatakan saat ini musim kemarau basah. “Melihat di lapangan, petani saat ini masih diuntungkan dengan kemarau basah,” ujar Ina dijumpai di Kantor Distan, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Selasa (15/8).

‎Ia memaparkan jika di Kab Bandung terdapat beberapa daerah yang rawan kekeringan saat musim kemarau. Di antaranya Kecamatan Majalaya, Ciparay dan Bojongsoang. Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan kekeringan mau terancam gagal panen dari petani.

Peran Buruh Tani Terlindas Mesin Pertanian, Pemerintah Harus Punya Solusi

Pihak Distan pun telah menyebarkan 80 unit mesin pompa di delapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Distan, yakni di Kecamatan Soreang, Solokan Jeruk, Ciwidey, Bojongsoang, Cikancung dan Ciwidey.

“Pompa sudah berjalan di Solokan Jeruk dan Majalaya. Kendati kemarau seperti ini. Air irigasi pun tetap bisa dimanfaatkan dengan cara mengambil dari daerah aliran sungai (DAS),” ujarnya.

‎Ina mengutarakan Distan Kab Bandung menyediakan beberapa unit pompa air yang dapat digunakan petani. Dengan cara pompa air diletakkan ke wilayah yang terjangkau dengan keberadaan petani dan areal persawahan.

loading...

Feeds