Kandidat Gubernur Jabar dari Partai Hanura Menunggu Titah DPP

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masih menunggu instruksi ketua umum terkait pencalonan maupun koalisi di Pilgub Jabar 2018. Hanura saat ini tengah lakukan penjaringan calon gubernur yang memiliki tingkat popularitas serta elektabilitas tinggi.

“Masih menunggu intruksi dari Ketua Umum untuk koalisi dengan siapa dan akan mendukung siapa. Itu dikarenakan DPD Jabar tidak mempunyai hak kecuali penjaringan,” kata politisi Partai Hanura, Dadang Rusdiana saat dijumpai di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Jalan Alfathu, Soreang, Kabupaten Bandung.

Dadang mengatakan, penjaringan yang dilakukan DPD akan dilaporkan langsung ke tim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pusat yang kemudian dilanjutkan dengan membuat survei calon dengan tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi. Maka selanjutnya hasil survei akan diberikan kepada ketua umum untuk tentukan siapa yang diusung.”Beberapa tahap mesti dilalui,” ujarnya.

Dadang menegaskan jika yang memiliki hak untuk menentukan calon dalam pemilihan gubernur jabar untuk periode  2018 – 2023 ini adalah DPP bukan DPD. Sehingga dalam menentukan calon terkait  Pemilihan Gubernur tidak boleh ada spekulasi dari siapapun.

“Hal itu dilakukan karena belum ada bakal calon yang diusung oleh Hanura,” ucapnya.

‎Sebelumnya empat partai politik (parpol) sedang meramu kekuatan untuk menghadapi pemilihan gubernur Jabar 2018 mendatang. Empat parpol tersebut yaitu Nasional Demokrasi (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Hanura. Keempat Parpol tersebut akan menjajaki koalisi untuk memenangkan Pilgub Jabar dengan calon yang akan diusung.

Masing-masing petinggi pengurus parpol di tingkat wilayah pun telah menggelar pertemuan di Hotel Papandayan, Kota Bandung pada Jum’at (11/8) lalu. Dalam pertemuan itu hadir pula ketua DPW Partai Nasdem Jabar Saan Mustopa, Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin, Ketua DPD Hanura Jabar Aceng Fikri dan Sekretaris DPW PKB Jabar Maulana Yusuf.

Pertemuan tersebut merupakan langkah awal penjajakan koalisi empat partai untuk membangun komunikasi lebih lanjut dengan tujuan membentuk jalinan lebih kuat. Hal itu dilakukan untuk kebersamaan di pesta demokrasi rakyat Jawa Barat 2018 yang akan datang.

Sementara Ketua DPW Nasdem Jabar, Saan Mustopa mengatakan penjajakan koalisi dilakukan tidak hanya terbatas di Pilgub Jabar semata. Melainkan juga untuk Pilkada di 16 Kota atau Kabupaten yang akan dilangsungkan serentak di tahun 2018.

“Membangun kesamaan persepsi terkait nama yang didorong untuk maju sebagai Gubernur Jabar periode mendatang,” tandasnya.

(kim)

loading...

Feeds